Latihan freediving di pulau Pari

31 May

Sabtu pagi (28 Mei 2016) kami bersembilan dari komunitas Cikini Freediving pergi menuju pulau Pari. Ini kali kedua saya latihan freediving di open water bareng mereka. Kapal berangkat jam 8 pagi dari pelabuhan Kaliadem (Jakarta), jam 10 sudah tiba di pulau Pari (Kepulauan Seribu).

vlcsnap-2016-06-10-10h14m15s119

menunggu perahu di dermaga pulau Pari

Dari dermaga cukup jalan kaki 10 menit menuju home stay untuk istirahat sejenak dan makan siang, jam 2 siang kami bersiap menuju spot latihan pertama. Perahu yang kami tumpangi berjalan cukup jauh hingga setengah jam lebih.

vlcsnap-2016-06-10-10h20m23s248

naik perahu menuju spot freediving

Setibanya di lokasi, pakde Anton dan Christ yang bertugas sebagai safety diver mulai menyiapkan pelampung dan seutas tali sepanjang 10 meter yang akan kami gunakan untuk latihan Free Immersion (FIM). Latihan menyelam di kedalaman ini hanya bisa kami lakukan saat di open water karena tidak ada kolam renang yang cukup dalam selain di laut.

vlcsnap-2016-06-10-10h24m50s6

pakde Anton dan Christ menyiapkan pelampung di tengah laut

vlcsnap-2016-06-10-10h32m48s25

siap memulai latihan Free Immersion

Tujuan latihan FIM ini untuk melatih equalize telinga kita saat menyelam jauh ke dalam, tali yang membentang ke bawah kami gunakan sebagai penunjuk agar badan kita selaras dengan tali karena saat menyelam posisi kepala kita berada di bawah dan kaki di atas. Meskipun ombak tidak terlalu besar namun arus di dalam laut cukup kuat sehingga latihan FIM pun dibatalkan demi alasan keselamatan.

vlcsnap-2016-06-10-10h39m55s167

Arji sedang melakukan Free Immersion

vlcsnap-2016-06-10-10h47m59s200

saya sedang fun freediving di kedalaman laut

Sebagai gantinya kami hanya melakukan kegiatan fun freediving saja. Karena spot ini bukan tempat yang biasa dipakai untuk snorkeling jadi kondisi karangnya masih terawat dan ikannya pun bervariasi. Tidak terasa sudah jam 5 sore saatnya kami kembali ke daratan.

vlcsnap-2016-06-16-09h29m28s223

saya sedang fun freediving di antara koral laut

vlcsnap-2016-06-16-10h26m09s226

Ayu menikmati fun freediving di kedalaman 5 meter

Malam ini kami habiskan bersama di gazebo tepi pantai Pasir Perawan untuk membahas seputar teknik freediving sambil menikmati suguhan es kelapa muda.

Minggu pagi (29 Mei 2016) kami mencoba latihan FIM lagi. Sarapan biskuit dan teh manis seadanya supaya perut tidak terlalu kenyang. Jam 7 pagi kami berjalan kaki menuju dermaga pulau ini, perjuangannya cukup berat karena jalanan yang kami lewati banyak yang sudah hancur tergerus ombak laut.

vlcsnap-2016-06-16-09h56m56s52

kami berjalan menuju spot freediving di hari kedua

vlcsnap-2016-06-16-10h02m32s102

tantangan melintasi jalan dermaga yang rusak berat

Pagi ini mendung dan gerimis, pakde Anton dan Christ berenang duluan ke tengah laut untuk memastikan semuanya aman. Saat di permukaan laut, ombaknya besar banget dan tiupan anginnya kencang, namun kondisi ini berbeda saat di dalam laut yang semuanya justru terlihat tenang dengan visibility yang jernih.

Cobaan terberat adalah sengatan ubur-ubur kecil berwarna putih transparan seukuran jempol, bila terkena kulit rasanya seperti disundut rokok, namun karena wetsuit saya menutup seluruh tubuh jadi tidak perlu khawatir.

DCIM101GOPROG3178507

Christ menjajal kedalaman laut (copyright photo Anton Hartanto)

DCIM101GOPROG3178514

visibility yang jernih meskipun cuaca tidak kondusif (copyright photo Anton Hartanto)

vlcsnap-2016-06-16-10h45m07s39

Selvi menikmati fun freediving di spot ini (copyright photo Anton Hartanto)

Karena kondisi ombak yang besar maka pelampung tidak jadi digunakan, latihan FIM dibatalkan lagi, namun bagi yang ingin mencoba menyelam ke tengah laut untuk sekedar fun freediving akan dipandu oleh safety diver.

Saat saya mencoba berenang ke tengah laut sana terasa berat melalui ombak tinggi yang datang menggulung karena membuat pandangan ke depan jadi tertutup. Ayu yang tidak memakai peralatan snorkel kelelahan berenang dan menyerah untuk melanjutkan, bude Sofie dengan sigap melakukan penyelamatan untuk menggiring Ayu kembali ke daratan.

Karena kondisi cuaca yang tidak kunjung membaik, kami semua kembali naik ke daratan, banyak pengalaman yang kami dapatkan saat freediving di situasi seperti ini, namun safety tetap nomor satu.

vlcsnap-2016-06-16-10h35m54s163

latihan di open water bareng tim Cikini Freediving (copyright photo Anton Hartanto)

Hingga siang kami pulang, cuaca tetap mendung dan gerimis. Jam 12 siang kami sudah berada di kapal untuk kembali ke Jakarta. Terima kasih buat semua peserta trip kali ini bersama pakde Anton, bude Sofie, Iwan, Ayu, Christ, Agung, Hendri, Arji, dan Selvi.

Biaya yang saya habiskan kali ini adalah sebesar Rp 403,500 dengan rincian yaitu biaya trip per orang Rp 315,000 (include transportasi laut, akomodasi, dan makanan), minum es kelapa Rp 10,000, biaya parkir mobil menginap di Kaliadem selama 34 jam Rp 69,000, dan uang tol Rp 9,500.

Puasnya trip di pulau Pari bareng tim Cikini Freediving, dan akhir kata yang harus selalu kita ingat NEVER FREEDIVE ALONE ! ! !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: