Star party di markas LAPAN Rumpin

23 Sep

Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) kembali mengadakan kegiatan star party yang kedua di tahun ini, tempat yang dipilih kali ini cukup istimewa karena HAAJ berkolaborasi dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang bermarkas di Rumpin, Bogor. Meskipun letaknya di Bogor namun lokasinya lebih dekat ke Serpong di Tangerang.

Star party yang dibuka untuk umum ini awalnya hanya tersedia untuk 100 orang, namun melihat antusias peserta yang terus mendaftar meskipun kuota sudah penuh, akhirnya panitia menambah kuota lagi sehingga total 186 peserta yang berhasil terdaftar. Sebagian besar peserta didominasi oleh keluarga yang mengajak anak-anaknya, namun juga banyak diikuti kelompok pelajar yang di sekolahnya terdapat klub astronomi, sedangkan sisanya adalah peserta kalangan umum dari berbagai latar belakang disiplin ilmu.

peserta star party berfoto bersama di depan aula pustekbang LAPAN

peserta star party berfoto bersama di depan aula pustekbang LAPAN

Acara dimulai sejak Sabtu (12 September) jam 1 siang, di aula gedung Pusat Teknologi Penerbangan (pustekbang) yang diawali dengan pembukaan oleh Indra Firdaus selaku ketua HAAJ, dilanjutkan dengan presentasi dan pemaparan oleh beberapa staf ahli LAPAN tentang kegiatan yang mereka lakukan di sini.

Setelah puas mendengar penjelasan tersebut, kami diberi kesempatan emas untuk mengunjungi tiga tempat workshop yang ada di sini, diantaranya laboratorium avionik, laboratorium stasiun bumi, dan laboratorium aerostruktur.

peserta star party berjalan menuju beberapa workshop di LAPAN

peserta star party berjalan menuju beberapa workshop di LAPAN

kepala pustekbang LAPAN, Bp.Gunawan Setyo Prabowo, sedang menjelaskan proses pembuatan pesawat tanpa awak di lab. aerostruktur

kepala pustekbang LAPAN, Bp.Gunawan Setyo Prabowo, sedang menjelaskan proses pembuatan pesawat tanpa awak di lab. aerostruktur

salah satu purwarupa pesawat tanpa awak di lab. avionik

salah satu purwarupa pesawat tanpa awak di lab. avionik

Selepas dari workshop, kami melakukan pengamatan matahari menggunakan teleskop yang dilengkapi filter matahari, namun sayangnya matahari mulai tertutup awan mendung.

peserta sedang mengamati matahari sore

peserta sedang mengamati matahari sore

mentari di sore hari yang tertutup awan

mentari di sore hari yang tertutup awan

Kami kembali berkumpul di aula untuk dibagikan logbook kegiatan, selanjutnya panitia HAAJ, Rayhan, didaulat untuk menjelaskan cara membaca logbook tersebut, ada beberapa objek yang bisa kami amati saat itu diantaranya rasi bintang, planet, dan deep sky objects. Kami juga dijelaskan cara membaca koordinat letak objek tersebut yang terdiri dari altitude dan azimuth. Selain itu ada pula penjelasan singkat mengenai instrumen teleskop yang akan digunakan untuk pengamatan nanti.

peserta menyimak Rayhan yang sedang menjelaskan cara membaca logbook star party

peserta menyimak Rayhan yang sedang menjelaskan cara membaca logbook star party

Jam 7 malam kami kembali keluar menuju lapangan, langit agak mendung namun karena angin berhembus cukup kencang di atas sana membuat awan mulai tersibak. Objek pertama yang terlihat cukup menarik adalah planet Saturnus, beberapa peserta antusias mengamati keindahan cincin planet itu melalui lensa teleskop. Meskipun awan sudah menghilang namun hanya sedikit bintang yang terlihat, diperkirakan hanya bintang bermagnitudo minimal 3 yang dapat terlihat di langit malam itu. Walaupun tempat ini sudah lumayan jauh dari pusat kota yang berpolusi udara dan polusi cahaya namun kelembaban udara di sini cukup tinggi, sehingga menyebabkan sulitnya pengamatan.

mengamati bintang di halaman yang lapang depan gedung aula pustekbang LAPAN

mengamati bintang di halaman yang lapang depan gedung aula pustekbang LAPAN

Semakin larut malam kondisi langit tidak berubah sehingga sebagian besar peserta memilih untuk tidur. Selepas subuh kami kembali melakukan pengamatan, objek yang menarik diamati adalah rasi bintang Orion dengan deep sky object si Nebula Orion, selain itu di arah timur mulai terlihat si bintang kejora atau disebut juga planet Venus. Melalui teleskop, beberapa peserta kagum melihat bentuk planet Venus yang tampak seperti bulan sabit, ternyata planet Venus juga memiliki siklus seperti bulan dimana saat posisi orbitnya berada di antara Matahari dan Bumi maka akan terlihat sabit layaknya seperti bulan baru.

saatnya mengamati sang mentari pagi

saatnya mengamati sang mentari pagi

Setelah matahari terbit, teleskop kembali dipasangi filter matahari, beberapa bintik matahari atau sunspot terlihat jelas melalui teleskop. Tidak terasa sudah jam 8 pagi, saatnya untuk berpisah, kami semua kembali ke aula untuk acara penutupan oleh panitia HAAJ dan staf LAPAN.

peserta antusias mengamati matahari melalui teleskop

peserta antusias mengamati matahari melalui teleskop

peserta paling senior, Pak Aris, sedang mengamati matahari dengan cara eyepiece projection

peserta paling senior, Pak Aris, sedang mengamati matahari dengan cara eyepiece projection

Kesan dari pihak LAPAN, mereka sangat mendukung sekali dengan adanya kegiatan star party ini, karena untuk peserta khususnya mereka yang masih muda dapat memberi inspirasi dan menambah ilmu serta wawasan, yang diharapkan suatu saat nanti dapat bergabung dengan LAPAN untuk membawa nama baik Indonesia dalam dunia antariksa dan kedirgantaraan di kancah internasional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: