Review binoculars Nikon Monarch 10×42

31 Mar

Ide ini bermula saat saya sedang jalan-jalan di taman Monas, terdengarlah kicauan burung yang sedang bertengger di dahan pohon dan sedang memakan biji-bijian. Lalu saya berjalan ke kandang rusa yang dibatasi pagar, terlihat dari kejauhan segerombolan rusa yang sedang bersantai di tengah taman.

Kedua hewan tersebut merupakan objek yang asyik untuk saya amati sekedar untuk menghilangkan kejenuhan dan menyatu dengan alam, namun sayangnya mereka akan kabur bila didekati, seandainya saya punya penglihatan super yang bisa di-zoom sampai dekat sekali agar kehadiran saya tidak mengganggu mereka..

Saya pun browsing mencari ide di internet hingga menemukan artikel menarik tentang birdwatching atau aktivitas mengamati burung. Senjata utama mereka adalah teropong (binoculars/bino). Setelah membaca review di internet tentang bino yang dapat menjawab rasa penasaran saya, akhirnya saya menemukan beberapa alternatif.

Bushnell atau Nikon?

Website www.binoculars.com setiap tahunnya merilis “Binoculars of the year awards” yang saya pakai sebagai benchmark bino yang akan saya cari. Awalnya saya tertarik dengan Bushnell Legend Ultra HD 10×42 karena bino ini secara fantastis memenangkan 3 tahun berturut-turut (2011, 2012, 2013) penghargaan Binocular of the year.

Namun setelah saya cari secara online maupun datang langsung ke beberapa toko kamera besar di Jakarta sayangnya tidak ketemu satu penjual pun yang menawarkan tipe ini.

Pilihan berikutnya jatuh pada Nikon Monarch sebab selama tiga tahun walaupun tidak berturut-turut namun tetap bisa memenangkan penghargaan yaitu Binocular of the year 2010, Best birding binocular 2012, dan Best birding binocular 2013.

Selain itu ada tambahan review yang saya dapat dari website www.allaboutbirds.org tentang Best binoculars of 2013, di list tersebut ada perbandingan antara Bushnell Legend Ultra HD 10×42 dengan Nikon Monarch 5 10×42 yang memiliki perbandingan quality index masing-masing 3.6 vs 4.3 (skala 5) sehingga semakin yakinlah saya untuk memilih Nikon.

Bushnell Legend Ultra HD 10x42 vs Nikon Monarch 10x42

Bushnell Legend Ultra HD 10×42 vs Nikon Monarch 10×42

Banyak review yang saya baca menyebutkan kedua tipe bino tersebut value for money sebab dengan harga yang ditawarkan sudah bisa mendapatkan bino berkualitas yang hampir setara dengan bino yang harganya jauh lebih tinggi di atasnya.

Beli di mana?

Ada banyak toko dan penjual online yang menawarkan bino Bushnell dan Nikon, dari beberapa recommended seller yang ada saya memilih toko kamera Kotaraya yang ada di mal Mangga Dua karena reputasinya akan pelayanan yang baik dan yang terpenting harganya masuk akal, mengingat Mangga Dua merupakan sarangnya penjual barang elektronik yang suka mempermainkan harga bagi konsumen awam.

Sabtu (8 Maret) lalu saya langsung menuju Kotaraya yang berada di lantai dasar mal Mangga Dua. Saya mencoba sekaligus beberapa bino yang ditawarkan diantaranya Nikon Action Extreme 10×50, 12×50, 16×50 dan Nikon Monarch 8×42, 10×42.

Nikon Action Extreme vs Nikon Monarch

Nikon Action Extreme vs Nikon Monarch

Pilih yang mana?

Walaupun saya sudah tahu pasti akan mengambil yang mana dari kelima bino yang saya pilih ini, namun tidak ada salahnya untuk mencoba langsung semuanya satu-persatu.

Nikon Action Extreme merupakan bino yang sudah lumayan bagus dan lebih murah daripada Nikon Monarch, namun karena body­-nya yang masih klasik dengan desain porro prism dan bobotnya jauh lebih berat memberi nilai minus bagi saya. Lalu saya mencoba Nikon Monarch yang lebih ringan dan kecil namun memiliki kualitas lensa yang lebih bagus dibanding Nikon Action Extreme, sungguh lumayan terasa sekali perbedaannya, baik dari segi handling maupun kualitas gambar.

Saya pun memilih Nikon Monarch 5. Lalu antara pilihan 8×42 dengan 10×42 membuat saya cukup lama mencoba keduanya. Di satu sisi, 8×42 memiliki bidang pandang yang lebih luas dan warna yang lebih terang serta gambar yang lebih stabil bila dipegang tangan, namun karena saya menyukai jarak pandang yang lebih dekat dengan objek akhirnya saya pun memilih yang 10×42.

Setelah lebih dari setengah jam mencoba kelima bino ini ditemani dengan mbak pelayan yang setia menjawab semua pertanyaan saya, saya pun pulang dengan perasaan puas.

Nikon Monarch 5 10x42

Nikon Monarch 5 10×42

Kesan pertama begitu menggoda

Setibanya di rumah sudah malam, saya langsung mengetes bino baru ini untuk melihat beberapa orang yang suka nongkrong di warung remang di ujung jalan depan rumah saya ini. Dari jarak 100 meteran semua objeknya terlihat jelas, bila dengan mata polos saya hanya bisa melihat wajah yang samar-samar namun dengan bino ini wajahnya jadi lebih terang dan detailnya tertangkap semua dengan baik.

Spesifikasi Nikon Monarch

Nikon Monarch merupakan binoculars seri premium yang dikeluarkan oleh Nikon, ada tiga seri Monarch yang dirilis Nikon yaitu Monarch 3, Monarch 5, dan Monarch 7. Yang kualitasnya paling bagus dan paling mahal yaitu Monarch 7, sedangkan yang saya beli Monarch 5 tergolong middle-class.

Bino ini memiliki berat hanya 620 gram sehingga tidak membuat tangan dan leher pegal saat digantungkan sewaktu dibawa travelling. Body-nya dilapisi karet yang tidak licin saat dipegang serta lapisan karetnya yang tebal melindungi bagian dalam bino ini saat terbentur sesuatu.

Desainnya menggunakan roof prism, menjadikan bentuknya lebih kecil dibanding yang berdesain porro prism, sehingga muat disimpan di tas dan tidak makan banyak tempat. Ukuran panjang lebarnya hanya 14,6 cm x 12,9 cm sangat pas di genggaman tangan.

Bino 10×42 ini memberikan magnifikasi objek sebesar 10x dibanding bila melihat dengan mata polos, selain itu ukuran lensa objektif sebesar 42 mm membuat cahaya yang masuk lebih banyak serta menangkap detail warna yang lebih akurat.

lensa objektif berdiameter 42 mm yang mampu menangkap cahaya lebih banyak

lensa objektif berdiameter 42 mm yang mampu menangkap cahaya lebih banyak

Lensanya berjenis extra-low dispersion glass yang sangat berguna mengurangi efek distorsi dari chromatic aberration yang biasanya muncul saat kita mengamati objek dengan cahaya yang kontras, ini berfungsi sekali saat saya sedang melihat burung di atas dahan pohon dengan latar belakang cahaya matahari yang menyilaukan namun warna bulu dari burung tersebut tetap dapat tertangkap dengan baik seluruhnya.

Lapisan pada lensanya menggunakan multilayer­-coating dan dielectric high-reflective multilayer prism coating yang berfungsi memanfaatkan semaksimal mungkin cahaya yang masuk agar terlihat terang di mata, fitur ini berfungsi sekali saat kita mengamati aktivitas burung yang umumnya lebih banyak dijumpai saat subuh ataupun menjelang maghrib di mana cahaya matahari sudah redup.

pantulan sinar kehijauan pada lensanya yang memiliki lapisan multi-coated

pantulan sinar kehijauan pada lensanya yang memiliki lapisan multi-coated

Fitur lain yang tidak kalah pentingnya yaitu anti-air (waterproof) yang membuat saya tidak perlu was-was bila terkena air hujan atau bila tidak sengaja jatuh ke air, dan juga anti-embun (fog-free) sebab bagian dalamnya diisi dengan gas nitrogen sehingga mengurangi resiko pengembunan dan timbulnya jamur pada lensa bila disimpan di tempat yang lembab terlalu lama.

Jarak terdekat objek yang bisa diamati adalah 2,5 meter, sangat membantu sekali untuk mengamati objek kecil dari dekat seperti kupu-kupu, capung, serangga, dan lainnya.

Birdwatching dan stargazing

Selain untuk birdwatching di siang hari, saya juga menggunakan bino ini saat malam untuk stargazing atau mengamati bintang. Tes pertama saya lakukan dengan melihat bulan purnama, dengan magnifikasi 10x dapat terlihat dengan jelas sekali kawah yang ada di permukaan bulan, sensasinya bagaikan melihat supermoon.

Exit pupil bino ini adalah 4,2 mm yang diperoleh dari angka 42 dibagi 10. Dengan exit pupil seukuran ini sangat membantu sekali dalam pengamatan bintang di kota Jakarta yang berpolusi udara dan polusi cahaya, sebab ukuran exit pupil 4,2 tersebut akan membuat langit malam mejadi lebih gelap dan kontras dibanding dengan cahaya bintang yang ada.

exit pupil sebesar 4,2 mm membuat aktivitas stargazing lebih menantang

exit pupil sebesar 4,2 mm membuat aktivitas stargazing lebih menantang

Laporan pandangan mata langsung dari Monas

Kembali ke awal cerita di atas, Sabtu (29 Maret) lalu saya kembali lagi ke Monas untuk mengamati burung dan rusa yang dulu sempat saya lihat dari kejauhan. Banyak sekali burung yang beterbangan dan hinggap di batang pepohonan, dengan modal senjata utama Nikon Monarch 5 10×42, kali ini tidak ada satu pun burung yang luput dari tangkapan mata saya.

Burung-burung itu kini terlihat sangat dekat sekali, warna bulunya yang cerah dan berwarna-warni dapat saya amati dengan baik dengan bino ini, sangat detail sekali. Depth of field-nya yang sempit membuat efek 3 dimensi yang fantastis antara foreground dengan background-nya, kalau dalam kamus fotografi disebut juga dengan istilah bokeh.

birdwatching di taman Monas

birdwatching di taman Monas

Lalu saya melangkah ke dekat kandang rusa, dari balik pagar saya mengamati dengan mata polos ke tengah taman untuk mencari rusa yang berkeliaran, sepertinya tidak terlihat satu pun. Kali ini saya menggunakan bino, dengan sekali sapuan terlihat jelas di kejauhan nampak segerombolan rusa berbulu coklat dengan totol-totol putih sedang duduk santai di tengah taman, rupanya saat saya melihat dengan mata polos tadi rusa tersebut terkamuflase dengan baik dengan latar belakangnya, namun dengan bino ini semua jadi terlihat jelas perbedaan kontrasnya.

sulit rasanya mencari rusa di tengah taman ini tanpa bantuan bino

sulit rasanya mencari rusa di tengah taman Monas ini tanpa bantuan bino

Puas dengan animalwatching, kini saya menuju ke puncak Monas yang berketinggian 115 meter untuk mengetes kekuatan zoom-nya. Karena sudah siang, antrian orang yang ingin naik lift ke puncak monas sudah panjang, saya terpaksa menunggu hingga 1 jam hanya untuk antri lift ini. Namun sesampainya di puncak Monas semua penantian itu terbayarkan. Seluruh kota Jakarta terlihat dengan jelas dari puncak ini, walaupun saya tidak dapat melihat garis horizon kota Jakarta sampai jauh sekali sebab tertutup kabut polusi asap.

salah satu teropong untuk umum yang ada di puncak monas ©www.aryawardhana.wordpress.com

Di puncak Monas ini disediakan 4 buah binoculars yang mengarah ke empat sisi mata angin, namun harus memasukkan koin bila ingin menggunakannya, sayangnya tidak terlihat petugas yang menyediakan koinnya dari sejak saya antri di pintu masuk tadi. Walaupun tidak pakai koin kita tetap dapat menggunakan binoculars tersebut hanya saja warnanya redup, mungkin karena lensanya yang sudah jamuran. Setelah saya coba ternyata kekuatan magnifikasinya sama dengan bino saya yaitu 10x.

Melihat kondisi bino Monas yang seperti itu membuat saya malas mencobanya berlama-lama, karena selain gambarnya kurang fokus ternyata setelah saya tengok ke belakang sudah banyak orang yang antri ingin mencoba.

Lebih baik saya mengetes bino baru ini untuk melihat seberapa jauh objek yang bisa terlihat. Di sisi barat Jakarta saya bisa melihat tulisan “Taman Anggrek” dengan jelas yang ada di sisi depan bangunan mal Taman Anggrek, padahal kalau saya hitung jaraknya dari google.maps sekitar 5 km lebih, mengagumkan sekali. Tidak salah kalau bino ini menyandang julukan “small yet powerful”.

ujung kota Jakarta terlihat dekat sekali dengan bino ini

ujung kota Jakarta terlihat dekat sekali dengan bino ini

Kesimpulan

Binoculars merupakan barang yang mungkin hanya akan saya beli sekali seumur hidup, sehingga saya memerlukan bino yang berkualitas dan dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, tidak repot saat membawanya, serta tahan lama.

Pilihan saya jatuh pada Nikon karena sudah mempunyai nama di bidang fotografi sebagai penghasil lensa berkualitas, selain itu tempat pelayanan servis purna jualnya juga mudah ditemukan.

Pilihan Nikon Monarch 5 10×42 sangatlah ideal untuk membantu mengamati objek terestrial maupun objek celestial (astronomi). Sejak pertama kali menggunakannya belum sekalipun saya merasa kecewa, bino ini memang sangat value for money.

nikon monarch 5

Nikon Monarch “Best birding binocular 2012 & 2013”  ~www.binoculars.com~

“ ..to see the bird, be the bird. that means being fast, reactive, and incredibly lightweight like the Nikon Monarch 5 binoculars.. “

10 Responses to “Review binoculars Nikon Monarch 10×42”

  1. fadlybiluping May 30, 2014 at 11:50 pm #

    Berbicara harga, berapaan yah mas?

    • iwayful May 31, 2014 at 11:57 am #

      sekitar 3 jutaan

      • fadlybiluping June 1, 2014 at 12:36 pm #

        Wow, harga segitu mungkin saya akan kepikiran untuk beli teleskop aja :)

      • iwayful June 2, 2014 at 8:03 am #

        betul mas, tapi binocular termasuk investasi juga loh, sekaligus beli yg bagus supaya nanti bisa diturunin ke anak cucu..

        perbandingan bino dan teleskop di harga segitu, bino sudah dapat semua fitur terbaik yg ada, tapi kalo teleskop cuma dapat fitur sederhana untuk bisa melihat “seadanya”.

        yaa semua kembali ke tujuan penggunaan, minat/hobi, dan yg terpenting budget-nya :)

  2. JP May 18, 2015 at 1:15 pm #

    skrg udah 4 jutaan om.. :(

    • iwayful May 20, 2015 at 7:55 am #

      iyalah dollar nya juga udah naik

    • wendi April 26, 2016 at 12:35 pm #

      Sy br beli monarch5 8×42 harga 4,7 di kotaraya m2

      • iwayful April 27, 2016 at 8:11 am #

        kalo udah pegang monarch 5 dijamin puas deh mas :)
        btw buat keperluan apa binonya?

  3. HS June 27, 2016 at 11:07 am #

    wah ternyata harganya naik terus yah. beruntung mas dulu beli 3 jutaan. sekarang di kotaraya udah 5 juta :(

    • iwayful June 28, 2016 at 9:18 am #

      iyalah mas harga pasti naik kan pengaruh inflasi dan nilai tukar dollar, tapi kalo lihat harga di web bisa beda sama kalo datang langsung ke sana, agak lebih murah jatuhnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: