Melintasi medan off-road menuju Tangkuban Perahu

31 Dec

Menutup tahun 2013 ini, kantor saya mengadakan kegiatan outing untuk melepas kejenuhan selama setahun penuh bekerja sekaligus mempererat kekompakan tim di divisi kami. Bandung menjadi kota pilihan kami karena lokasinya yang dekat dari Jakarta. Kami berangkat setelah pulang kerja pada hari Jumat malam (6 Des). Setelah berjam-jam menghabiskan waktu di kemacetan tol akhirnya kami pun tiba di hotel pada tengah malam, kami langsung istirahat karena besok pagi kami harus punya stamina yang cukup untuk mengikuti acara utama yang kali ini mengusung tema back to nature.

Menginap di hotel Padma yang asri

Kami memilih menginap di hotel Padma sebab lokasinya yang berada di tengah kota dan dekat dengan Lembang yang akan menjadi tujuan wisata kami. Hotel berbintang lima ini berada di tepi bukit dengan pemandangan ke arah hutan dan pegunungan, alamatnya di Jl. Ranca Bentang 56-58, Ciumbuleuit.

pemandangan alam pegunungan saat sarapan di ruang makan outdoor hotel Padma

pemandangan alam pegunungan saat sarapan di ruang makan outdoor hotel Padma

Sabtu jam 7 pagi kami sudah siap mengisi perut di ruang makan hotel yang asri ini. Tempatnya berada di lantai 1 bersebelahan dengan lobby hotel. Menu yang disuguhkan saat sarapan ini sangat beragam, mulai dari jajanan pasar tradisional sampai menu ala benua Amerika maupun benua lainnya. Setiap hari menu sarapannya juga selalu berganti.

suasana saat sarapan pagi di hotel Padma

suasana saat sarapan pagi di hotel Padma

gerobak abang bakso ikut nangkring di sini

gerobak abang bakso ikut nangkring di sini

sepeda punya mbok jamu juga ikutan parkir di sini

sepeda punya mbok jamu juga ikutan parkir di sini

Nikmatnya sarapan di sini adalah selain lokasinya outdoor dan pemandangannya yang mengarah ke hutan dan pegunungan, kita juga bisa melihat sunrise yang sinarnya muncul dari balik pegunungan itu, membuat nafsu makan semakin terasa. Selain rasa makanannya yang enak, pelayannya pun kasep dan geulis pisan, sehingga mampu memanjakan lidah dan mata kita.

mbak pelayan yang geulis sedang membuat kue ape

mbak pelayan yang geulis sedang membuat kue ape

Ada keunikan lantai di hotel ini yaitu semakin besar nomor lantainya malah akan semakin ke bawah posisinya. Seperti saya misalnya, yang menginap di kamar lantai 6 malah harus turun lift 6 lantai ke bawah. Itu sebabnya mengapa dari depan pintu masuk bangunan hotel ini tidak terlihat bertingkat sebab tingkatnya bukan ke atas melainkan ke bawah.

Saatnya off-road dimulai

Jam 8.30 kami sudah siap berkumpul di parkiran hotel untuk mendengarkan penjelasan dari team leader off-road, dikarenakan medan yang akan kami lalui cukup sulit dan berbahaya, ada beberapa hal yang harus kami patuhi agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, seperti misalnya tidak mengeluarkan anggota badan karena jendela mobilnya tidak ada kacanya sehingga sangat berbahaya sekali bila terkena ranting pohon saat di hutan nanti.

berkumpul untuk mendengarkan instruksi dari team leader off-road

berkumpul untuk mendengarkan instruksi dari team leader off-road

Mobil yang akan kami gunakan adalah Land Rover tahun keluaran lama, lebih tepatnya saya kurang paham. Peserta dari kami berjumlah 16 orang sehingga kami menyewa 3 mobil dengan kapasitas bisa muat sampai 8 hingga 10 orang termasuk supir dan partner-nya.

mulai berangkat menuju Lembang

mulai berangkat menuju Lembang

Jam 8.45 kami mulai berangkat menuju Lembang, namun kami harus melewati jalanan tengah kota terlebih dahulu yang padat kendaraan dan tercium banyak asap knalpot karena mobil ini berjendela terbuka. Sekitar jam 9.30 kami sudah mulai meninggalkan aspal halus yang mulai berganti dengan jalan berbatu penuh guncangan. Mulai dari sini sudah jarang kami temui mobil lain selain mobil khusus off-road saja.

segarnya saat melewati deretan penjual tanaman hias di daerah Cihideung

segarnya saat melewati deretan penjual tanaman hias di daerah Cihideung

WARNING!!! Sangat tidak disarankan bagi peserta wanita yang sedang hamil untuk mengikuti wisata off-road ini karena guncangannya dikhawatirkan bisa mengganggu perkembangan janin.

Menghadapi rintangan pertama

Tidak jauh dari pintu masuk medan off-road ini kami melintasi lahan kebun teh yang luas, kami juga sempat berpapasan dengan segerombolan ibu-ibu pemetik teh yang sedang giat menghitung jumlah helai daun yang telah mereka kumpulkan hari ini, namun selepas itu kesenangan kami harus berhenti sesaat ketika mobil kami menemui rintangan pertama.

hamparan hijaunya kebun teh yang menyejukkan mata

hamparan hijaunya kebun teh yang menyejukkan mata

melewati ibu-ibu pemetik teh yang sedang menghitung jumlah petikan daun hari ini

melewati ibu-ibu pemetik teh yang sedang menghitung jumlah petikan daun hari ini

Rintangan jalan tanah yang akan kami lewati ini memiliki permukaan yang berlekuk dengan kondisi tanah yang belenyek (antara padat dan lembek serta sedikit basah), ditambah lagi jalannya yang menanjak dan menikung. Untuk memudahkan melintasinya, penumpang di mobil pertama harus turun semua, serta tim off-road kami mengatur letak batu di perlintasan agar mudah dilalui.

menonton serunya mobil ini saat melibas rintangan

menonton serunya mobil ini saat melibas rintangan

Selepas mobil pertama ini berhasil melewatinya, selanjutnya untuk mobil kedua dan ketiga lebih mudah karena dibantu mobil pertama tadi dengan ditarik dari atas menggunakan kabel baja yang ada di depan mobil Land Rover ini. Sekitar 20 menit kami habiskan untuk melewati rintangan bagi ketiga mobil ini.

Walaupun kami hanya menonton saja tanpa banyak membantu tim off-road saat melibas medan tadi ternyata cukup membuat kami lapar. Kami pun menikmati waktu bersantai sejenak sembari bercanda tawa dan menikmati cemilan di tengah hamparan kebun teh ini dengan latar belakang pegunungan yang perlahan mulai diselimuti kabut dan dipayungi awan mendung.

menghabiskan waktu sejenak di tengah hamparan kebun teh

menghabiskan waktu sejenak di tengah hamparan kebun teh

Mengagumi keindahan Tangkuban Perahu dari ketinggian

Lanjut lagi kami berjalan menuju Tangkuban Perahu, dari sini kami tidak menemui rintangan yang seberat tadi lagi. Setelah meninggalkan hamparan kebun teh, kami mulai memasuki deretan hutan pinus yang lebat. Hanya perlu waktu setengah jam untuk sampai di tujuan akhir kami ini. Mobil harus di parkir di tengah hutan ini karena yang harus kami lewati selanjutnya adalah jalan setapak yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Sekitar 15 menit kami berjalan kaki menanjak melewati jalan tanah berbatu yang licin dan berhawa dingin namun lembab hingga akhirnya kami pun sampai di ujung jalan yang berupa jurang dengan pemandangan menakjubkan ke kawah Tangkuban Perahu.

memandangi kawah Tangkuban Perahu dari tepi jurang

memandangi kawah Tangkuban Perahu dari tepi jurang

kepulan asap terlihat membumbung dari kawah yang masih aktif ini

kepulan asap terlihat membumbung dari kawah yang masih aktif ini

Kepulan asap terlihat membumbung dari kawah tersebut serta bau belerang tercium dengan sangat jelas. Baru kali ini saya menikmati pemandangan Tangkuban Perahu dari ketinggian jurang ini karena biasanya saya datang dari jalan beraspal halus yang bisa dilewati dengan mobil biasa.

berfoto bersama di tepi jurang kawah Tangkuban Perahu

berfoto bersama di tepi jurang kawah Tangkuban Perahu

Sekitar 15 menit kami habiskan untuk menikmati pemandangan ini dan berfoto bersama, namun kami harus secepatnya kembali ke mobil karena hujan deras mulai turun dan kabut putih perlahan datang menyelimuti. Kami tidak ingin pengalaman misteri dunia lain yang dialami oleh sebagian orang yang pernah ke hutan ini terjadi pada kami.

Menguji nyali di medan ­off­-road yang sebenarnya

Kami pun melanjutkan perjalanan balik melintasi hutan pinus lagi. Medan yang harus kami lewati kali ini jauh lebih berat dan lebih seru karena hujan yang mengguyur sekarang dan beberapa hari terakhir ini menyebabkan banyak jalan yang dilewati tergenang air dan permukaan tanahnya menjadi licin. Beberapa kali mobil kami melewati jalanan tanah yang hanya pas dilewati oleh satu badan mobil lengkap dengan kubangan lumpurnya.

rintangan jalanan becek dan berlumpur yang harus kami lewati

rintangan jalanan becek dan berlumpur yang harus kami lewati

hampir selama sejam kami melewati rintangan jalur pulang yang seperti ini

hampir selama sejam kami melewati rintangan jalur pulang yang seperti ini

hujan deras membuat tanah semakin lembek dan sulit dilewati

hujan deras membuat tanah semakin lembek dan sulit dilewati

Sempat salah satu mobil kami ada yang nyangkut di tengah rintangan ini namun berhasil diselamatkan dengan ditarik mobil lainnya. Selain itu ada mobil yang kaca spion kirinya patah dan hilang entah kemana karena terkena benturan dengan benda keras saat melewati rintangan, itu sebabnya kita dilarang mengeluarkan anggota badan bila tidak ingin bernasib sama seperti kaca spion tadi.

Setelah satu jam lebih berada dalam mobil penuh guncangan ditemani hujan deras yang masih turun, akhirnya kami berhasil tiba kembali di jalan beraspal mulus dengan selamat dan jumlah peserta yang masih lengkap.

Lunch di pedesaan ala Mang Engking

Kami sudah kembali ke jalan raya lagi meski hujan masih turun deras, waktu sudah memasuki jam 13.15, tujuan kami selanjutnya adalah gubug makan Mang Engking di daerah Lembang untuk menikmati makan siang dengan suasana alam pedesaan di tengah gubuk yang berada di pinggiran kolam ikan.

Sekitar setengah jam perjalanan akhirnya sampailah kami di tempat ini. Makan siang ini masih satu paket yang kami dapatkan dari penyewaan Land Rover untuk wisata off-road ini.

makan lesehan di gubug makan Mang Engking

makan lesehan di gubug makan Mang Engking

Selesai makan, kami pun lanjut diantar Land Rover ini kembali ke hotel dengan perasaan lemas namun puas setelah merasakan sensasi guncangan off-road dan sensasi guncangan ikan gurame bakar ala Mang Engking di perut kami. Lengkap sudah liburan akhir tahun kali ini bersama teman kantor yang penuh sensasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: