Menghijaukan hati dan pikiran di Pameran Flona 2013

5 Jul

Dalam menyambut hari ulang tahun DKI Jakarta yang ke 486, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Pemakaman kembali mengadakan agenda rutin tahunan, yaitu pameran Flona (flora & fauna) di Lapangan Banteng selama sebulan penuh (7 Juni – 8 Juli). Acara ini resmi dibuka oleh Jokowi (gubernur DKI Jakarta) pada Jumat 7 Juni lalu, dan resmi ditutup oleh Ahok (wakil gubernur DKI Jakarta) pada hari Jumat ini 5 Juli, namun acara masih tetap berlangsung sampai 8 Juli nanti.

IMG_1255

IMG_1262

Pameran kali ini mengangkat tema “Kampung Hijau”, dengan harapan untuk menggugah kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan mau menghijaukan lingkungan agar tampak lebih indah dan asri. Tiket masuknya gratis, bila anda membawa kendaraan tersedia parkir di sepanjang jalan dengan tarif Rp5.000 untuk mobil dan Rp3.000 untuk motor.

Bila anda datang ke sini cobalah untuk masuk dari pintu yang berseberangan dengan Hotel Borobudur karena di depan gerbang ini terdapat gapura khas pameran Flona yang unik dan selalu berganti-ganti model setiap tahunnya.

IMG_1286

Pameran yang menggunakan lahan seluas 3 hektar (dari 10 hektar yang tersedia) di Lapangan Banteng ini menghadirkan banyak sekali kegiatan selain transaksi jual beli tanaman, yaitu ada lomba kontes tanaman hias, kontes reptil, hingga dijadikan ajang gathering komunitas pecinta tanaman/hewan tertentu.

IMG_1144

IMG_1306

Selain menikmati keindahan flora dan fauna yang dipajang, pengunjung juga bisa melihat keindahan rumah adat provinsi DKI Jakarta yang dihiasi taman di sekelilingnya. Bila anda membawa buah hati, tersedia tempat bermain yang cukup luas, salah satu wahana yang disukai anak-anak maupun orang dewasa adalah permainan becak mini dengan harga yang cukup terjangkau, hanya Rp15.000 untuk beberapa kali putaran di lintasan.

IMG_1199

IMG_1207

Tersedia juga taman informasi yang berisi kegiatan seputar DKI Jakarta seperti proses pembangunan mass rapid transit (MRT) dan monorail, informasi kondisi taman-taman yang berada di Jakarta, dan informasi menarik lainnya.

IMG_1291

Satu hal yang tidak boleh anda lewatkan setelah puas berjalan-jalan di sini adalah mengisi perut dengan jajanan khas tradisional Betawi, apalagi kalau bukan kerak telor. Banyak sekali penjual kerak telor di Lapangan Banteng ini, hampir setiap sudutnya pasti tersedia. Harganya cukup terjangkau, seporsinya hanya Rp18.000 dengan telur ayam dan Rp20.000 dengan telur bebek, meskipun harganya naik 20% lebih dari tahun lalu (dulu hanya Rp13.000 dan Rp15.000).

IMG_1195

Kenaikan harga ini juga disebabkan karena pada tanggal 22 Juni lalu Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (premium) sebesar 40% lebih dari semula Rp4.500 menjadi Rp6.500. Tentu saja hal ini dapat menurunkan minat orang untuk membeli tanaman, termasuk saya.

IMG_1232

salah satu tampilan stand yang membuat saya serasa memasuki hutan rimba

berbagai tanaman unik ditawarkan misalnya tanaman karnivora (nepenthes)

IMG_1234

Platycerium elephantotis ukuran sedang

Meskipun demikian, saya kembali menambah koleksi tanaman namun pengeluarannya tidak sebanyak tahun lalu, diantaranya Platycerium elephantotis ukuran kecil dan Lycopodium (huperzia). Mungkin pada akhir pameran nanti saya akan kembali menambah koleksi tanaman lagi karena menjelang penutupan biasanya pedagang mulai mendiskon harganya untuk menghabiskan stok barang.

IMG_1104

Platycerium elephantotis ukuran kecil

IMG_1129

Lycopodium (huperzia)

Sampai berjumpa kembali di pameran Flona 2014.

IMG_1281

IMG_1246Update 7 Juli 2013

Satu hari menjelang penutupan flona 2013, hari Minggu (7 Juli) saya datang untuk terakhir kalinya dengan harapan harga tanaman yang ditawarkan jauh lebih murah dari sebelumnya. Sampai di sana sekitar jam 4 sore, tidak disangka ternyata masih banyak mobil yang parkir di sepanjang jalan ini. Terlihat beberapa pengunjung membawa tentengan banyak jenis tanaman sampai dipaksakan masuk ke dalam bagasi karena sudah tidak muat lagi. Tampaknya antusias pengunjung untuk memborong tanaman di saat akhir pameran ini sangat besar, sepertinya semua berpikiran sama seperti saya.

Saya pun bergegas menuju stand yang menjadi favorit dan langganan saya yaitu Ciapus Bromelia. Akhirnya saya pun bisa memborong beberapa tanaman pakis sekaligus dengan harga yang lebih murah. Saya menambah koleksi baru yaitu Platycerium ridleyi, Platycerium hillii, dan Huperzia phlegmaria.

Saya juga mendapat beberapa tips dari kang Didin, penjaga di stand Ciapus Bromelia ini, yaitu cara untuk mengembangbiakkan Platycerium ridleyi dari spora. Beliau juga bercerita kalau pameran kali ini lebih menguntungkan buat para penjual karena biaya sewa tempatnya jauh menurun dibanding tahun lalu. Tahun lalu kang Didin harus membayar sewa sekitar Rp6,6 juta namun untuk tahun ini dia hanya perlu membayar Rp4,4 juta dengan ukuran lahan yang sama.

Dukungan ini datang dari gubernur baru Jakarta, Pak Jokowi, yang ingin agar salah satu bentuk “pesta rakyat” ini dapat memberikan banyak manfaat dan keuntungan bagi masyarakat.

Setelah puas memborong, saya memesan kerak telor untuk sekedar mengisi perut kosong ini, ternyata harganya juga ikut turun, beberapa minggu lalu saya beli kerak telor dengan telur bebek seharga Rp20.000 namun sekarang hanya Rp15.000.

Tidak sia-sia saya datang di hari akhir pameran ini, perut kenyang, koleksi pun bertambah.

2 Responses to “Menghijaukan hati dan pikiran di Pameran Flona 2013”

  1. adebastian May 31, 2014 at 7:49 am #

    Gan, mana nih tentang flora fauna 2014

    • iwayful May 31, 2014 at 11:57 am #

      ditunggu aja gan di blog iwayful ini hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: