Mengukur kelembaban dengan hygrometer

23 Feb

Hygrometer adalah alat yang digunakan untuk menghitung persentase uap air (embun) yang berada di udara, atau lebih mudahnya alat untuk mengukur tingkat kelembaban udara. Bagi pecinta tanaman seperti saya, alat ini sangat membantu sekali untuk mengetahui seberapa lembabkah taman yang ada di rumah saya. Beberapa koleksi tanaman saya seperti pakis, kantong semar dan anggrek membutuhkan kondisi yang lembab namun juga cukup terkena sinar matahari dan butuh sirkulasi udara yang lancar.

Kelembaban di Jakarta

Jakarta, tempat saya tinggal, secara umum memiliki tingkat kelembaban antara 70%-90%. Kita bisa mengetahuinya secara on-line misalnya melalui situs weather.yahoo.com lalu lihat pada keterangan humidity, namun tingkat kelembaban yang diberitahukan tersebut berlaku secara luas untuk seluruh wilayah Jakarta. Padahal antara satu tempat dengan tempat lainnya belum tentu sama tingkat kelembabannya, misalnya di rumah kita memiliki dua taman, yang satu di depan sedangkan satunya lagi di belakang, tingkat kelembabannya bisa berbeda.

Beli hygrometer di mana?

Saya membeli hygrometer secara on-line melalui Vyden, seorang penjual di kaskus yang memiliki ID laalaa. Dia menjual berbagai tipe hygrometer, baik yang tipe digital maupun yang analog. Saya lebih suka yang tipe analog dan tanpa tambahan alat thermometer di dalamnya, desainnya yang bulat besar dan berkaca cembung ini membuat kesan klasiknya lebih terasa. Beratnya sangat ringan sekali namun tetap kokoh.

Selain ditawarkan di toko on-line, anda pun bisa mencari hygrometer di toko perlengkapan rumah, misalnya seperti di Ace Hardware, namun tetap saja saya kesulitan waktu mencarinya. Atau bisa juga mencarinya di toko yang menjual peralatan kedokteran seperti di Pasar Pramuka, atau toko alat teknik dan pertukangan di Glodok.

IMG_0532

hygrometer alat pengukur kelembaban udara

Membaca hygrometer

Hygrometer ditulis dalam satuan persentase, mulai dari 0% sampai 100%. Contohnya pada foto di atas, hygrometer menunjukkan angka 90% yang berarti bahwa dalam 100 bagian udara terdapat 90 bagian uap air di dalamnya. Semakin besar angka persentasenya maka kelembabannya semakin tinggi, begitupun sebaliknya.

Hygrometer analog membutuhkan waktu paling tidak sekitar setengah jam untuk menyesuaikan dengan keadaan sekitar, jadi misalkan anda baru memindahkan alat ini dari dalam rumah ke taman di luar rumah maka membutuhkan waktu beberapa saat bagi hygrometer untuk memberikan angka yang akurat. Berbeda dengan hygrometer digital yang hasilnya bisa dilihat langsung tanpa perlu waktu penyesuaian.

Hubungan kelembaban dengan suhu udara

Biasanya dalam satu alat hygrometer terdapat pula thermometer, sebab kelembaban dengan suhu udara saling berpengaruh. Bila kita berada di daerah Puncak dengan suhu sekitar 20 derajat celcius, kita akan merasakan kulit yang terasa kering sebab tingkat kelembabannya yang rendah. Jauh berbeda bila kita berada di Jakarta dengan suhu udara sekitar 30 derajat celcius, kelembabannya lebih tinggi sehingga membuat kulit kita terasa berminyak.

20130223 01

hygrometer dan thermometer yang terdapat dalam satu alat

Saya melakukan tes sederhana, hygrometer tersebut saya taruh di dalam kamar saya yang ber-AC dengan suhu saya pasang pada 18 derajat celcius, kelembaban yang ditunjukkan hygrometer berada pada level 40%-50%. Namun bila hygrometer saya taruh di taman luar rumah, menunjukkan kelembaban pada level 70%-90%.

Selain itu, misalkan di taman anda memiliki suhu udara 30 derajat celcius, maka akan terasa lembab dan pengap bila kelembabannya berada di atas 90%, namun akan terasa sejuk dan nyaman bila kelembabannya berada di level 70%-80% dengan suhu udara yang sama.

Berapakah tingkat kelembaban yang pas?

Di tengah alat hygrometer yang saya miliki ini terdapat arsiran pada level 40% sampai 60%, pada level inilah tubuh kita akan merasa nyaman. Jadi sepanas atau sedingin apapun cuacanya, selama kelembaban berada antara 40%-60% maka tempat tersebut akan terasa nyaman untuk kita tinggali.

IMG_0521

kita merasa nyaman bila kelembaban berada di level 40%-60%

Namun untuk tanaman anda, khususnya tanaman yang habitat asalnya dari hutan tropis, maka sebaiknya tetap dijaga kelembabannya pada level 60%-90%.

Sebenarnya bila terlalu lembab juga tidaklah baik sebab akan berdampak buruk, yaitu munculnya hama tanaman yang lebih banyak dibanding biasanya. Hal ini saya rasakan saat musim hujan kali ini, banyak daun tanaman saya yang habis dimakan ulat bulu maupun ulat hijau, sampai hanya tersisa batangnya saja. Ulat tersebut umumnya hanya menyukai daun dari tanaman jenis araceae seperti philodendron, untungnya ulat tersebut tidak menyukai daun pakis, anggrek dan nepenthes yang harga tanamannya lebih mahal.

IMG_0416

daun tanaman yang sedang dimakan oleh ulat hijau pada musim hujan

Yang dapat mempengaruhi kelembaban

Berikut ini beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kelembaban di suatu taman, antara lain:

  1. banyaknya tanaman, sebab tanaman itu sendiri mengeluarkan uap air saat terjadi proses transpirasi
  2. permukaan taman, permukaan yang sudah di semen tidak akan selembab dibanding permukaan yang masih menggunakan tanah
  3. kolam ikan ataupun wadah yang dapat menampung air, dengan adanya genangan air dapat menjaga kelembaban sekitar
  4. sirkulasi udara, bila di taman anda mengalir udara yang berhembus kencang dapat mengurangi tingkat kelembaban
  5. naungan di atas taman, pohon rimbun ataupun paranet dapat mengurangi terpaan sinar matahari langsung sehingga kelembaban di bawahnya tetap terjaga
  6. curah hujan, bila musim hujan tentu akan lebih lembab dibanding saat musim kemarau
  7. frekuensi penyiraman, bila musim kemarau sebaiknya penyiraman dilakukan dua kali sehari (pada pagi dan sore) agar kelembaban tetap terjaga

koleksi nepenthes yang ditaruh di atas genangan air supaya selalu lembab

Jadi perlukah alat ini?

Bila anda memiliki taman tropis dengan banyak koleksi tanaman yang berharga, maka ada baiknya anda memiliki alat ini, karena secara harga mungkin sama dengan harga satu atau dua tanaman koleksi anda.

Namun bisa saya simpulkan, bila anda memperhatikan 7 faktor di atas beserta dampaknya, maka paling tidak anda sudah bisa menjaga kelembaban pada level 60%-90% yang membuat koleksi tanaman anda merasa nyaman, tanpa perlu mengetahuinya lewat hygrometer.

Selain itu, ada cara sederhana untuk mengetahuinya, yaitu bila tembok, tanah, media tanam, maupun pot tanaman anda sudah ditumbuhi lumut maupun tumbuhan paku-pakuan, menandakan bahwa kelembabannya sudah lumayan tinggi.

Tulisan saya di atas merupakan pengembangan dari pembahasan terkait hygrometer dan kelembaban dari sudut pandang yang berbeda dan berdasarkan pengalaman pribadi dari link blog teman saya ini, semoga dapat turut menjadi referensi yang bermanfaat.

Info tambahan dari komentar pembaca

Beberapa komentar yang cukup kritis di bawah saya jawab dengan referensi ilmiah yang semoga dapat menambah ilmu bermanfaat bagi kita semua.

10 Responses to “Mengukur kelembaban dengan hygrometer”

  1. Ardiantop February 24, 2013 at 11:16 am #

    Pertamaaaax.. Mantaaap ulasannya!

    • iwayful February 25, 2013 at 4:35 am #

      mesti anak kaskus nih.. btw thanks udah mampir :)

  2. adebastian February 27, 2013 at 8:23 pm #

    Saya menggunakan alat ini untuk mengetahui kelembaban udara untuk nepe saya. Kira-kira di taman om iwayful berapa persen kelembaban udaranya?

    • iwayful March 1, 2013 at 10:21 am #

      sekitar 70%-90%.

      untuk hygrometer yg baru pertama kali dipakai sebaiknya dikalibrasi dulu mas biar hasil perhitungannya akurat

  3. Ina December 29, 2014 at 3:05 pm #

    mau nanya nih, kalau tanaman asli indonesia apa yang bisa menyerap/mengurangi kelembaban udara? soalnya taman di belakang rumah saya kurang terkena sinar matahari, jadi tembok juga kayak jamuran
    kalau melihat tanda-tandanya seperti tanah berlumut, ada tumbuh tanaman paku-pakuan, berarti memang kelembabannya cukup tinggi

    • iwayful December 30, 2014 at 9:44 am #

      untuk mengurangi kelembaban cara terbaik dengan mengatur sirkulasi udara dan kecukupan sinar matahari, tapi kalau mau dikasih tanaman coba pakai tanaman tillandsia ataupun pakis kelabang, keduanya ampuh menyerap kelembaban dan membantu menjaga sirkulasi udara.
      selamat mencoba :)

  4. mynamewau August 6, 2015 at 10:42 pm #

    ga salah ya??? Setahu saya persentase 0%-40% itu udara lembab, 41%-60% kelembapan normal (DIANJURKAN) dan 61%-100% udara kering….. Coba dikoreksi lagi

    • iwayful August 10, 2015 at 9:36 am #

      terima kasih atas masukannya. hygrometer menunjukkan tingkat kelembaban relatif (relative humidity) dalam angka persentase, misalkan tertera angka 75% maka udara dapat menahan 75% uap air pada suhu udara tersebut.

      dalam link referensi berikut (http://www.sciencecompany.com/Understanding-Relative-Humidity-and-the-Hygrometer.aspx) juga menjelaskan bahwa “Humidity is the amount of moisture or water vapor present in the air. “Relative Humidity” is the ratio of water vapor present in a given volume of air at a given temperature to the most water vapor the air can hold, expressed as a percent. So 40% relative humidity means 40% saturation of the air.”

      saya juga sudah memraktekkan langsung, saat hygrometer saya taruh di taman angkanya sekitar 80%.
      sedangkan saat saya taruh di kotak peralatan fotografi saya di wadah kedap udara dengan beberapa silica gel yang berfungsi menyerap kelembaban, angkanya tertera sekitar 50%.

      kembali ke pertanyaan anda, maaf apa anda ada link referensi yang menguatkan pernyataan anda tersebut?

  5. atk May 29, 2016 at 10:33 am #

    Maaf, setahu yg saya sudah baca, satuan kelembaban dinyatakan dalam %, RH (relatif humidity) seperti satuan dalam alat hygrometer. Yakni persentasi dari kandungan uap air yg maksimum dapat ditampung dalam udara. Berapa kandungan uap air maksimum yg dapat ditampung udara, yakni 30 gram dalam 1 m3 udara pada suhu 30 derajat Celcius. Artinya lebih dari 30 gram dalam 1 m3 udara pada suhu 30 derajat C, akan terjadi pengembunan, dan bila lebih besar lagi embun akan menggumpal dan terjadilah titik-titik air (hujan, bila di alam terbuka). Dalam tulisan di atas dijelaskan:…. “Hygrometer ditulis dalam satuan persentase, mulai dari 0% sampai 100%. Contoh, hygrometer menunjukkan angka 90% yang berarti bahwa dalam 100 bagian udara terdapat 90 bagian uap air di dalamnya……” jikalau begitu cara bacanya berarti bila kelembaban 100% artinya dalam 100 bagian udara terdapat 100 bagian uap air, apa mungkin??? mahluk hidup darat tidak bisa bernafas dengan kondisi 100% kelembaban kalau begitu, alias mati, karena tidak ada udara/oksigen tersisa, semua diisi air dalam bentuk gas/uap. Jadi saya fikir BUKAN begitu menafsirkan cara membacanya. Kelembaban 90% ARTINYA dalam udara terdapat 90 bagian uap air dari maksimum 100% (30 gram) bagian uap air yang masih bisa ditahan oleh udara, arti lagi terdapat 90% x 30 gram = 27 gram uap air dalam 1 m3 udara. Lebih dari 30 gram (RH 100%) akan mengembun…. lebih besar lagi akan terakumulasi menjadi titik-titik air… dan akhirnya jatuh sebagai hujan. Namun diantara hujan itupun kita TETAP bisa bernafas lega kan? tidak sesak, karena masih ada ruang udara yang tersisa, tidak semua, atau 90 bagian atau lebih udara diisi oleh uap air??? Alam menciptakan kondisi udara tidak bisa 100% bagiannya dipenuhi/diisi oleh air karena harus ada ruang oksigen untuk mahluk darat agar bisa bernafas, jadi cukuplah Allah kasih batasan air yang bisa terkandung dalam udara hanya 30 gram saja per 1 m3 udara, dalam bentuk gas/uap air, lebih dari itu akan mengembun atau jatuh sebagai air hujan… karena inilah mekanisme kehidupan di darat, bukan di kolam air… hehehe. Logis ngga brow…

    • iwayful May 30, 2016 at 10:08 am #

      terima kasih buat masukannya, setiap komen kritis membuat saya harus kembali membaca referensi.

      dari penjelasan ini: kelembaban relatif adalah bilangan yang menunjukkan berapa persen perbandingan antara jumlah uap air yang ada di udara dengan jumlah uap air yang dapat ditampung oleh udara.

      jadi bisa disimpulkan benar apa yg mas agung tulis, karena kelembaban yg diukur bersifat relatif jadi jumlah uap air yang dapat ditampung oleh udara sifatnya relatif (berubah-ubah) karena tergantung beberapa faktor suhu udara dan tekanan udara saat itu di tempat tersebut.

      dan bila hygrometer tersebut menunjukkan 100% berarti jumlah uap air yg ada di udara tersebut sudah maksimal, nah masalahnya saya tidak punya alat untuk mengukur berapa gram uap air maksimum yang dapat ditampung udara pada suhu udara saat itu.

      dari pemahaman saya dan tambahan teori yg mas agung tulis, saya menyimpulkan misal ada 2 hygrometer menunjukkan nilai 100% yang ditempatkan masing-masing pada suhu udara 22 derajat celcius dan 32 derajat celcius tentunya tidak akan sama nilainya, karena uap air yg dapat ditahan oleh udara pada suhu 22 & 32 derajat celcius tersebut juga berbeda, karena itulah istilahnya RELATIF walaupun angka di hygrometer sama-sama menunjukkan nilai 100%.

      kelembaban relatif juga dapat mempengaruhi suhu udara yang kita rasakan daripada suhu udara yang seharusnya. contoh kasus:
      udara di jakarta saat ini 30 derajat celcius, bila nilai kelembaban relatifnya 100% maka kita akan merasa suhunya seperti 33 derajat celcius (terasa lebih panas), sementara bila nilai kelembaban relatifnya 0% maka kita akan merasa suhunya seperti 27 derajat celcius (terasa lebih sejuk).

      contoh tersebut bisa kita temui di pengukuran temperatur udara misalnya pada smartphone, tertera tulisan “feels like” yang berarti suhu yang kita rasakan, biasanya nilainya berbeda dibanding suhu yang sebenarnya karena pengaruh dari kelembaban relatif tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: