Belajar merawat Nepi

8 Nov

Siapa yang tidak mengenal tanaman unik ini?

Kalau kita tanyakan apakah ada yang tau tanaman nepenthes? Mungkin sebagian besar akan menjawab kurang tau, karena di setiap daerah tanaman ini memiliki sebutan yang berbeda-beda, namun umumnya tanaman ini dikenal dengan sebutan kantong semar. Saya sendiri menjulukinya si Nepi.

Sulitkah memelihara Nepi?

Sebagai seorang pemula yang baru pertama kali merawat tanaman ini, saya merasa mudah sekali. Tapi kenapa kebanyakan orang menganggap sulit untuk merawatnya? Inilah rahasianya..

“..ada sebagian jenis Nepi yang mudah untuk dirawat bahkan untuk pemula sekalipun, namun ada juga yang sangat sulit bahkan untuk yang sudah ahli sekalipun, jadi semua itu tergantung jenisnya..”

Berbeda dengan awal mula saya mengoleksi pakis yang diawali dari ketertarikan saya setelah membaca buku Menanam Pakis, awal mula mengenal Nepi malah saya tidak tau sama sekali harus mulai darimana. Beruntung saya awal mula membeli Nepi dari toko KTKI di rumah Pakde yang menyempatkan waktunya untuk memberikan sedikit tips bagaimana mudahnya merawat Nepi.

Tips sukses merawat Nepi

Secara garis besar, Pakde menjelaskan kunci sukses dalam merawat Nepi hanyalah perlu melengkapi tiga kebutuhan dasar ini yang merupakan syarat minimal hidupnya, yaitu:

  • Kelembaban, sediakan pot dengan media yang mampu menyimpan cadangan air namun miskin unsur hara, biasanya digunakan media spaghnum moss, sekam bakar, cocopeat (kulit kelapa kering yang dicacah halus), atau cocochip (kulit kelapa kering yang dipotong membentuk kotak dadu). Cukup disiram sehari dua kali pada pagi dan sore hari.
  • Sinar matahari dengan rentang waktu dari sejak terbit sampai terbenam sangat dibutuhkan Nepi, ada jenis yang perlu dijemur di bawah sinar matahari langsung, namun ada juga jenis yang memerlukan naungan.
  • Sirkulasi udara yang baik, sebab kelembaban yang tinggi tanpa disertai aliran udara yang mengalir akan menyebabkan Nepi merasa pengap.

Bila Nepi sudah nyaman dan beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya maka Nepi akan rajin menghasilkan kantong.

Selain menjalani petuah dari Pakde tersebut, saya juga banyak menimba ilmu praktis dan teoritis yang diceritakan dari pengalamaan para hobiis Nepi di forum komunitas tanaman karnivora, namun sayangnya diskusi di forum ini sudah kurang aktif seperti dulu lagi.

Buku pedoman yang lengkap

Kurang puas dengan informasi yang bertebaran di internet, saya pun kembali googling sampai akhirnya menemukan buku yang membahas lengkap tentang Nepi terbitan Trubus tahun 2006, yaitu Info Kit vol. 5 yang bertajuk Nepenthes.

Dengan semangat saya pun bergegas memburunya ke Gramedia Matraman dengan harapan masih ada stok tapi sayangnya karena sudah terbit enam tahun yang lalu jadi stoknya sudah habis.

Singkat cerita, beberapa hari kemudian ketika saya sedang belanja kebutuhan pokok untuk perlengkapan hutan konservasi saya di toko koperasi Taman Anggrek Indonesia Permai di kavling 7,  saya tidak sengaja melihat buku ini di tumpukan rak majalah. Bagai menemukan seonggok harta karun, saya pun langsung menawar buku yang sudah usang ini dan berhasil mendapatkannya dengan harga miring.

Trubus info kit vol. 5 “Nepenthes”

Buku setebal 288 halaman full-colour dengan total 650 foto dan 130 ilustrasi ini membahas lengkap tentang berbagai jenis Nepi sebanyak 103 spesies lowland dan highland yang telah teridentifikasi saat itu lengkap dengan karakteristiknya. Dibahas juga tentang media yang cocok untuk Nepi, cara memperbanyak, sampai cara mengatasi gangguan hama.

Salah satu tokoh sesepuh ahli Nepenthes Indonesia yaitu mas Apriza Suska turut menjadi kontributor sekaligus editor dalam penyusunan buku ini, sehingga menambah bobot isi tulisan di dalamnya.

Bagi saya buku ini sangat lengkap dan sangat saya rekomendasikan sekali buat pemula seperti saya yang baru mulai ingin merawat Nepi.

Saran buat pemula

Sedikit saran dari saya, bila anda tinggal di kota Jakarta atau kota lain yang beriklim panas sebaiknya pilih Nepi dataran rendah dari jenis yang adaptif misalnya seperti N. ampullaria, N. gracilis, N. mirabilis, N. rafflesiana, dan N. reinwardtiana.

bentuk kantong dari Nepenthes ampullaria, gracilis,
mirabilis, rafflesiana, dan reinwardtiana

Selain itu, Nepi hybrid perpaduan dari salah satu Nepi di atas juga bisa menciptakan jenis Nepi yang adaptif, misalnya gabungan dari jenis Nepi ampullaria dengan Nepi rafflesiana yang ditulis menjadi N. ampullaria x N. rafflesiana (silangan jenis ini lebih dikenal dengan sebutan Nepenthes x hookeriana), lalu ada N. gracilis x N. mirabilis, dan jenis hybrid lainnya.

bentuk kantong Nepi dari jenis hybrid N. ampullaria x N. rafflesiana
dan N. gracilis x N. mirabilis

Hanya dengan memenuhi syarat minimal hidupnya (kelembaban, sinar matahari dan sirkulasi udara) maka Nepi jenis tersebut dapat tumbuh sehat dan rajin menghasilkan kantong. Selain mudah merawatnya, harganya pun tidak terlalu mahal, rata-rata kurang dari Rp50 ribu.

Berbekal sedikit info di atas, kini anda pun bisa memiliki dan merawat tanaman karnivora yang unik di taman anda sekaligus melestarikan spesies Nepi yang populasinya semakin berkurang di habitat aslinya. Dan yang terpenting..

“belilah Nepi dari hasil penangkaran, bukan cabutan dari alam..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: