Eyi vs Nepi

31 Oct

Platycerium ridleyi si tanduk rusa dan Nepenthes si kantong semar, kedua jenis spesies tanaman ini merupakan koleksi andalan di hutan konservasi belakang rumah saya. Saya tergolong pemula dalam merawat Eyi yang baru mulai sejak empat bulan yang lalu dan Nepi yang dimulai kurang dari sebulan ini.

bentuk daun Eyi yang unik tidak hanya memikat semut namun juga manusia

Hingga saat ini saya masih terus mempelajari karakteristik flora eksotis ini agar dapat tumbuh optimal, mulai dari membaca literatur penelitian, menggali ilmu dari berbagai forum yang membahasnya, sampai mengamati langsung perkembangannya dari hari ke hari.

waspada!!! kecanduan kantong semar bisa membuat kantong celana anda bolong

Menyenangkan juga setelah mulai memahaminya ternyata terdapat beberapa persamaan di antara keduanya. Berikut ini ringkasan dari pengamatan saya yang baru seumur jagung tentang profil Eyi dan Nepi.

Habitat ekstrim

Eyi hidup dengan cara menempel di pucuk dahan pohon yang tinggi hingga lebih dari 30 meter di dalam hutan belantara. Nepi umumnya hidup di tanah lembab yang sangat miskin akan unsur zat hara, bahkan ada yang mampu hidup di tanah yang tercemar kandungan unsur logam berat, selain itu Nepi juga dapat ditemukan di rawa-rawa.

Keduanya mampu hidup di habitat ekstrim tersebut dengan caranya masing-masing.

Sulit dicari

Tidak seperti tanaman hias lain yang lebih populer dan mudah dicari di penjual tanaman hias, Eyi dan Nepi tergolong sulit untuk dicari dikarenakan permintaan akan tanaman ini tidak begitu banyak, selain itu belum begitu banyak orang yang mengerti cara merawat tanaman ini.

Karya seni artistik

Daun Eyi tumbuh tegak ke atas dan bercabang yang mirip sekali dengan tanduk rusa. Pada ujung daun Nepi menghasilkan bentuk kantong yang unik dengan berbagai macam ukuran dan warna.

Dari bentuk daun yang dihasilkannya itu dapat menjadi karya seni alami yang unik.

Menyukai kondisi lembab

Eyi hidup di pedalaman hutan dengan dasar rawa-rawa ataupun dekat dengan aliran sungai. Nepi hidup di lingkungan rawa-rawa.

Keduanya sangat menyukai kondisi yang lembab untuk mendukung kelangsungan hidupnya. Air tetap menjadi unsur hidup utama mereka.

Memikat semut

Eyi disukai semut karena bagian dalam bonggolnya memiliki labirin yang cocok untuk ditinggali oleh semut, mereka memiliki hubungan simbiosis, Eyi menyediakan tempat tinggal bagi semut dan semut menyediakan nutrisi bagi Eyi dari makanan yang dikumpulkan di dalam bonggolnya Eyi. Nepi menyediakan nektar yang manis di dekat bibir kantongnya yang sangat disukai semut, meski juga memiliki hubungan simbiosis namun akan lebih menguntungkan bagi Nepi bila sang semut tergelincir masuk ke dalam kantongnya dan menjadi santapannya.

Keduanya mendapatkan nutrisi dari semut dan terkadang semut juga turut menjaga tanaman ini dari serangan hama pengganggu.

Tidak perlu dipupuk

Eyi dan Nepi di habitat aslinya tidak memerlukan pupuk, asalkan kelembabannya terjaga maka kedua spesies ini dapat hidup dengan sendirinya. Selain itu faktor penting lainnya adalah tersedianya sinar matahari sepanjang hari dengan sedikit naungan, dan juga sirkulasi udara yang mengalir dengan baik.

Merawat flora sekaligus fauna

Bila kita memelihara Eyi dan Nepi maka secara tidak langsung kita juga memberi fasilitas tempat tinggal gratis dan cadangan makanan bagi semut.

Ada jenis hybrid

Eyi memiliki jenis hybrid yang dinamakan Platycerium Mt. Kitshakood yang merupakan perpaduan antara Platycerium ridleyi dengan Platycerium Coronarium. Nepi lebih banyak lagi dalam menghasilkan jenis hybrid sehingga dapat tercipta bentuk kantong dan warna yang sangat unik.

Jenis hybrid yang dihasilkan memiliki perpaduan dari ciri khas tanaman induknya.

Barang koleksi

Kapan lagi anda bisa mengoleksi barang antik sekaligus merawat tanaman?! Hanya dengan memelihara kedua spesies ini anda telah mempunyai koleksi tanaman eksotis yang berharga di taman anda.

Eyi yang berasal dari genus Platycerium hingga saat ini tercatat telah memiliki spesies hingga berjumlah 18 jenis, dan setiap jenisnya juga memiliki variasi bentuk unik tersendiri yang disebabkan oleh perbedaan letak geografis habitatnya. Nepi yang berasal dari genus Nepenthes memiliki lebih banyak lagi jenis untuk dikoleksi. Secara umum jenisnya terbagi berdasarkan asal dan letak habitatnya, yaitu di dataran rendah dan di dataran tinggi.

Sulit dikembangbiakan

Eyi hanya dapat dikembangbiakan secara generatif melalui spora dengan kemungkinan gagal yang sangat tinggi, kalaupun berhasil butuh waktu yang relatif lama hingga Eyi bisa menjadi tanaman dewasa. Nepi meskipun lebih mudah untuk dikembangbiakan secara vegetatif melalui stek batang, pemisahan tunas, pencangkokan, maupun merundukkan batang, tetap saja tergolong sulit bagi pemula, bahkan bagi para ahli sekalipun terkadang sering menemui kegagalan.

Dengan mengembangbiakan tanaman ini maka kita telah turut melestarikan keanekaragaman hayati hutan kita, karena kita memperbanyak tanaman ini bukan di habitat aslinya maka kita telah melakukan konservasi ex-situ.

Butuh waktu adaptasi

Eyi cabutan dari hutan memerlukan perawatan khusus dan waktu yang agak lama untuk lingkungan barunya. Nepi cabutan dari habitat aslinya lebih rentan untuk mati bila dipindahkan ke tempat baru, namun bila membeli Nepi hasil penangkaran akan lebih mudah untuk beradaptasi di tempat barunya.

Tanaman cabutan langsung dari hutan memiliki kemungkinan mati lebih tinggi, namun bila sudah beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya akan memiliki harga jual yang sangat tinggi.

Terancam punah

Eyi dan Nepi terancam kepunahan yang terutama disebabkan ulah manusia itu sendiri. Konversi lahan dari hutan alami untuk dibuka menjadi lahan bisnis dapat mengancam keberadaan mereka dari habitat aslinya, eksploitasi yang berlebihan demi alasan bisnis juga bisa menjadi penyebab kepunahannya. Namun lebih beruntung bagi Nepi sebab semua jenisnya sudah dimasukkan dalam daftar CITES appendice 2 sehingga setidaknya ada landasan hukum yang mengatur kuota perdagangannya, sedangkan Eyi belum termasuk dalam daftar CITES padahal hingga saat ini masih sangat jarang sekali dilakukan pengembangbiakan Eyi dari spora. kebanyakan Eyi yang dijual merupakan barang cabutan langsung dari hutan.

Bikin betah di rumah

Lebih tepatnya membuatnya kita lebih betah berlama-lama di kebon, terutama yang sudah kecanduan tingkat tinggi. Mengamati keindahan bentuk kedua spesies ini membuat perasaan kita menjadi tenang, damai, menyatu dengan alam, hingga dapat melepaskan semua kepenatan setelah lelah berkutat dengan tumpukan pekerjaan dan kemacetan selama di perjalanan, dan yang terpenting membuat kita menjadi lebih menghargai sesama mahluk ciptaan Tuhan yang memiliki kelemahan maupun kekuatannya masing-masing.

Racun berbahaya!!!

Hal terakhir ini harus diwaspadai, Eyi dan Nepi ternyata juga bisa mengeluarkan racun yang sangat berbahaya bagi manusia karena penampakan keduanya yang sangat eksotis dan unik dapat meracuni otak manusia, terlebih bila sudah memasuki level kecanduan maka bisa menyita waktu bahkan menguras isi dompet anda.

memandangi keindahan Eyi seakan membawa kita memasuki
pedalaman hutan tropis yang penuh ketenangan

Demikian sekilas ulasan persamaan antara Eyi dengan Nepi, semoga dengan mengetahui karakteristik masing-masing spesies tersebut dengan lebih mendalam akan dapat meningkatkan rasa cinta kita dalam merawatnya, terutama bagi anda yang belum mencapai tahap kecanduan.

Meskipun sebenarnya kedua spesies tersebut juga memiliki banyak perbedaan, namun keduanya tetap bisa hidup bersanding dengan damai tanpa rebutan semut di dalam hutan konservasi rumah saya.

4 Responses to “Eyi vs Nepi”

  1. adebastian December 8, 2012 at 5:14 am #

    itu nepe ampulnya sudah meroset belum?

    • iwayful December 8, 2012 at 6:15 am #

      belum mas, masih kantong biasa yg di ujung daun.

  2. abo June 10, 2013 at 8:31 am #

    Untuk mencapai ukuran eyi sebesar foto terakhir butuh berapa lama?

    • iwayful June 10, 2013 at 8:49 am #

      perkiraan sekitar 3-5 tahun mungkin, karena penjualnya juga ga bisa mastiin umurnya eyi itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: