Taman air

7 Sep

Elemen air pada taman dapat membuat suasana sekitar taman menjadi lebih sejuk. Bagi yang memiliki taman yang cukup luas bisa membuat kolam, lebih bagus lagi kalau ada air yang mengalir sehingga dapat menghadirkan suasana alam yang menenangkan. Namun untuk membuat kolam, meskipun itu hanya kolam minimalis, dibutuhkan ruang yang cukup pada taman anda dan juga biaya yang tidak sedikit.

Bagi anda yang ingin memiliki taman air namun tidak punya cukup lahan dan modal, salah satu alternatifnya adalah dengan menggunakan tempayan. Umumnya tempayan terbuat dari tanah liat. Pilihlah tempayan yang bermulut besar dan berbadan pendek agar permukaan air menjadi lebih lebar. Setelah air diisi penuh, anda bisa menaruh tanaman air di atasnya untuk memperindah penampilannya.

tempayan tanah liat bermulut besar

Ada beberapa jenis tanaman air yang bisa anda gunakan, jenis tanaman seperti lotus dan teratai memiliki bunga yang indah, namun anda perlu menambahkan tanah merah ataupun lumpur untuk menaruh akarnya.

bunga teratai

Pilihan yang lebih mudah adalah dengan menaruh tanaman air yang mengapung seperti eceng gondok dan kapu-kapu. Akar tanaman ini tidak memerlukan media selain air sehingga tidak merepotkan.

eceng gondok di dalam tempayan

Karena keterbatasan lahan dan modal yang saya miliki, saya hanya menggunakan wajan yang tidak terpakai sebagai pengganti tempayan. Saya menaruh tanaman kapu-kapu sebagai penghiasnya. Tanaman yang memiliki nama latin pistia stratiotes ini mudah untuk dirawat karena anda hanya perlu menaruhnya di atas air. Bila ditaruh di tempat yang terkena matahari langsung, warna daunnya akan menjadi hijau terang atau cenderung hijau kekuningan, namun bila ditaruh di tempat yang ternaungi, warna daunnya menjadi hijau gelap, hal ini pengaruh dari zat klorofil pada daun. Permukaan daunnya memiliki bulu-bulu halus sehingga air tidak mudah untuk menempel.

kapu-kapu di dalam wajan

Tanaman ini hanya cocok ditempatkan pada air yang diam. Perkembangbiakan tanaman ini tergolong cepat, bila anda menaruh tanaman ini pada tempayan, dalam waktu beberapa bulan saja tanaman ini akan memenuhi seluruh permukaan tempayan. Karena medianya pada air yang diam, saya menaruh beberapa pasang ikan guppy berekor indah untuk menghindari tumbuhnya jentik nyamuk.

beberapa jenis tanaman air yang ditawarkan di Taman Tekno

Kapu-kapu mudah diperoleh di penjual tanaman hias, biasanya dijual seharga Rp 5.000 per satuan. Sebenarnya tanaman ini tumbuh liar di area persawahan seperti halnya eceng gondok, dengan tingkat pertumbuhannya yang relatif cepat membuat tanaman ini sering dianggap gulma karena dapat menutupi permukaan air yang ditempatinya. Namun karena di kota Jakarta sudah sulit menemukan tanaman ini di sawah sehingga tanaman ini memiliki nilai ekonomis untuk dijual.

Mudah bukan untuk menghadirkan taman air yang sederhana ini. Kini rasanya akan kurang lengkap bila anda punya taman namun tidak terdapat elemen air di dalamnya.

3 Responses to “Taman air”

  1. adebastian December 7, 2012 at 3:15 pm #

    kalau saya menaruh teratai di ember yg besar

  2. adebastian January 12, 2013 at 6:40 am #

    Mau nanya nih kenapa bunga teratai saya masuk lagi ke air?

    • iwayful January 13, 2013 at 10:37 pm #

      maaf karena saya ngga punya teratai jadi belum bisa ngasih jawaban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: