Platycerium ridleyi

18 Aug

Platycerium berasal dari bahasa Yunani, platys (πλατυ) yaitu lebar atau besar dan ceras (κερας) yaitu tanduk, namanya sesuai dengan bentuk tanaman ini yang menyerupai tanduk rusa yang lebar. Dalam bahasa Inggris, tanaman ini disebut elkhorn fern atau staghorn fern.

Platycerium memiliki 18 jenis spesies. Salah satunya adalah jenis platycerium ridleyi. Nama ridleyi diperoleh dari nama seorang ahli botani yang pertama kali meneliti tanaman tersebut, yaitu Henry Nicholas Ridley (England, 1855-1956). Habitat asli tanaman ini berasal dari hutan Kalimantan, Sumatra, Malaysia dan Thailand.

Karena kecintaan saya pada tanaman ini, dia punya nama kesayangan sendiri yaitu si Eyi.

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
Division: Pteridophyta (paku-pakuan)
Class: Pteridopsida
Subclass: Polypoditae
Order: Polypodiales
Family: Polypodiaceae
Genus: Platycerium
Species: Platycerium ridleyi

Habitat asli
Eyi merupakan tanaman pakis yang bersifat epifit, yaitu menempel pada tanaman lain namun tidak merugikan tanaman yang ditempelinya tersebut. Habitat aslinya adalah di hutan tropis berawa-rawa atau daerah yang berada di dekat aliran sungai yang merupakan tempat dengan kelembaban yang cukup tinggi.

Eyi menempel di batang pohon yang sangat tinggi hingga bisa mencapai lebih dari 30 meter, terpapar banyak sinar matahari sepanjang hari dan mendapatkan aliran udara yang berlimpah. Eyi cukup tangguh walaupun berminggu-minggu tidak mendapatkan hujan karena habitatnya yang cukup lembab tersebut.

Eyi menempel di puncak dahan pohon yang tinggi

Pohon inang yang biasa ditempeli Eyi biasanya berasal dari genus Shorea, contohnya seperti pohon Meranti. Pohon ini dapat tumbuh hingga mencapai 60 meter lebih dengan diameter hingga 1,75 meter.

contoh pohon inang tempat menempel si Eyi

Eyi cocok hidup pada temperatur udara 30 derajat celcius ke atas. Wilayah Jakarta dan sekitarnya cocok untuk tempat hidup Eyi, sama halnya dengan iklim di hutan Kalimantan tempat habitat asli Eyi yang berada di dataran rendah dan bersuhu sekitar 30 derajat celcius.

Eyi tidak cocok hidup di udara dingin atau pada suhu di bawah 27 derajat celcius. Bila ditaruh di tempat dingin dalam waktu yang cukup lama, Eyi akan memasuki masa dormant yaitu pertumbuhannya akan melambat. Bila ingin merawat Eyi di tempat dingin, usahakan menaruhnya dalam rumah kaca, atau di tempat khusus yang memiliki suhu hangat yang stabil, selain  itu juga mencukupi akan kebutuhan cahaya, kelembaban dan udara.

Profil si Eyi
Sama seperti platycerium pada umumnya, jenis daun pada Eyi terbagi dua yaitu daun steril (tidak subur) dan daun fertil (subur), yang dimaksud subur pada daun ini karena terdapat spora untuk perkembangbiakan.

[no. 1] daun steril, [no. 2] daun fertil, [no. 3] tempat spora dihasilkan

Bonggolnya atau badannya memiliki daun yang bersifat steril (no. 1). Daun steril ini tumbuh bergantian, bisa di sebelah kanan terlebih dahulu baru diikuti yang sebelah kiri ataupun sebaliknya, daun ini tumbuh melebar dan akan membungkus melingkari bonggolnya. Seiring berjalannya waktu, daun steril yang awalnya berwarna hijau ini bila sudah tua akan berubah warna menjadi kecoklatan karena sudah kering. Butuh waktu yang agak lama sampai daun barunya tumbuh lagi.

Proses pertumbuhan daun steril ini akan berlangsung terus-menurus sepanjang hidupnya si Eyi sehingga lama-kelamaan bonggolnya akan bertambah besar karena proses ini.

daun steril yang baru tumbuh di sebelah kiri bonggol Eyi

Urat daun pada bonggolnya terlihat menonjol keluar dengan jelas. Di dalam bonggol ini biasa dijadikan sarang oleh semut, mereka memiliki hubungan simbiosis (saling menguntungkan), semut mendapatkan tempat tinggal dan Eyi mendapatkan nutrisi yang dibawa oleh semut tersebut.

Eyi tampak dari depan dan belakang

Jenis daun kedua bersifat fertil (no. 2) dan pada salah satu cabangnya ini akan terdapat cabang berdaun yang berbentuk menyerupai sendok terbalik (no. 3) dimana pada bagian bawahnya terdapat spora. [catatan: daun berbentuk sendok penghasil spora ini hanya terdapat pada jenis platycerium ridleyi dan platycerium coronarium saja]

pertumbuhan daun fertil Eyi yang didokumentasikan dalam dua bulan

Daun fertil ini tumbuh tegak ke atas, bercabang dan ujungnya menjari menyerupai tanduk rusa. Daun ini akan selalu berwarna hijau. Daun yang berbentuk sendok pada saat sudah dewasa akan menghasilkan bubuk spora berwarna kecoklatan dibagian bawahnya. Daun berspora ini lama-kelamaan akan mengering dan gugur dengan sendirinya, namun cabang daun tempatnya bergantung akan tetap utuh.

daun berspora yang sudah kering [kotak merah]

Eyi cukup sulit dikembangbiakan langsung dari spora sebab pertumbuhan tanaman ini tergolong lambat mulai dari awal spora hingga menjadi Eyi dewasa.

Bagi penggemar tanaman berbunga akan sedikit kecewa karena Eyi tidak menghasilkan bunga. Semua jenis platycerium lainnya juga tidak menghasilkan bunga.

Beli di mana?
Tanaman ini biasanya diperoleh dari orang yang tinggal di dekat hutan. Karena Eyi menempel cukup erat di dahan yang tinggi, mereka menyayat bonggolnya dari bagian belakang. Banyaknya semut yang berada di dalam bonggol Eyi ikut mempersulit proses pencabutan tanaman ini. Kadang untuk mendapatkan hasil yang bagus, batang tempat Eyi menempel ikut dipotong sehingga Eyi tidak rusak.

Eyi yang masih menempel di batang pohon asalnya

Karena banyaknya pengambilan Eyi dari hutan dan perkembangbiakannya yang tergolong sulit, kini Eyi mulai terancam kepunahan di habitat aslinya seperti yang dilaporkan di wilayah Malaysia dan Singapura. Namun saat saya datang kemarin ke pameran flona 2012 di Lapangan Banteng, mulai ditemui Eyi hasil perkembangbiakan dari spora. Namun tetap saja hasil cabutan langsung dari hutan juga tersedia dijual.

Eyi hasil perkembangbiakan langsung dari spora

Eyi cabutan dari hutan yang dijual pada pameran Flona 2012 yang lalu

Selain di pameran itu, penjual Eyi saya temui di Taman Anggrek Indonesia Permai dan Taman Anggrek Ragunan. Eyi kecil yang saya beli dari spora berasal dari sentra tanaman hias di daerah Ciapus Bogor, tutur penjualnya.

Masa hidup
Eyi yang berasal dari spora membutuhkan waktu yang cukup lama sampai mulai bisa terlihat bentuknya karena pada awalnya hanya akan terlihat seperti sekumpulan lumut yang menempel seperti permadani di tempat yang lembab. Berikut ini contoh Eyi yang sudah berusia kurang dari 2 tahun yang dikembangbiakan dari spora, walaupun ukurannya masih kecil namun sudah mulai terlihat bentuk daunnya.

spora Eyi di awal masa pertumbuhannya

Diperkirakan Eyi dapat hidup hingga puluhan tahun. Berikut ini foto Eyi yang sudah berusia lebih dari 30 tahun yang dirawat di Selby Botanical Garden (Florida, Amerika).

Eyi dalam perawatan yang sudah berumur 30 tahun lebih

Koleksi saya
Saat ini koleksi Eyi saya ada 5 buah, 3 yang ukuran besar hasil cabutan dari hutan, dan 2 ukuran kecil hasil dari spora. Sejauh ini saya tidak menemui kesulitan dalam merawat Eyi, media yang saya gunakan adalah papan pakis untuk menempel si Eyi ukuran besar, sedangkan yang ukuran kecil saya pindahkan ke kotak kayu yang dari sejak saya beli sudah menempel di papan pakis.

koleksi Eyi ukuran sedang hasil cabutan langsung dari hutan

koleksi Eyi ukuran kecil hasil perkembangbiakan langsung dari spora

Perawatan
Banyak penjelasan yang saya baca dari beberapa website kalau merawat Eyi tergolong sulit namun sejak saya beli sampai sekarang Eyi saya masih sehat dan mulai tumbuh daun baru.

Dalam memenuhi kebutuhan nutrisi, saya menggunakan kulit pisang yang digantungkan di atas Eyi, saya biarkan sampai membusuk, kadang dalam seminggu bisa sampai menumpuk 3 kulit pisang pada 1 tanaman Eyi ini. Mengapa menggunakan kulit pisang? Karena kulit pisang mengandung nutrisi makro yang dibutuhkan oleh Eyi, yaitu fosfor (phosporus) dan potassium. Kulit pisang merupakan pupuk alami yang mudah diperoleh dan lebih murah dibandingkan bila kita menggunakan pupuk yang memiliki kandungan potassium yang berharga mahal. Fungsi lainnya, saat kulit pisang mulai membusuk akan mengundang semut untuk datang, sehingga pada akhirnya mereka akan mulai membangun sarang di dalam bonggol Eyi ini.

Selain itu saya tambahkan pupuk slow release Dekastar dengan komposisi NPK yang seimbang (13-13-13), saya taruh dalam kain kasa yang digantungkan di atas Eyi. Penyiraman cukup sehari sekali di pagi hari karena bonggol Eyi bila terlalu banyak disiram akan kebanyakan menampung air yang menyebabkan kelembaban berlebihan dan bisa berakibat busuk pada bonggolnya.

Saya menambahkan cairan vitamin B1 pada air siraman untuk mengurangi stres pada tanaman terutama pada Eyi cabutan yang baru pindah habitat, vitamin B1 juga dapat memperkuat akar Eyi dan menambah sehat pertumbuhannya. Karena saya menyiram dengan B1 setiap hari maka takarannya harus lebih sedikit dari dosis yang dianjurkan, saya mencampur 1 liter air dengan sepertujuhnya sendok teh dari cairan B1 ini. Berikan vitamin B1 ini setiap hari sampai 3 minggu atau sebulan sejak pembelian Eyi cabutan ini, setelah lewat jangka waktu itu cukup diberikan seminggu sekali atau seminggu dua kali dengan takaran 1 liter air dicampur sepertiga sendok teh vitamin B1.

Saya menaruh Eyi di bawah pohon alpukat yang rindang, tidak terkena sinar matahari langsung, namun mendapat pembiasan cahaya matahari sepanjang hari dan di tempat ini angin juga cukup sering berhembus.

Eyi mendapat nutrisi dari kulit pisang dan pupuk slow release

Hama dan penyakit
Selama ini Eyi saya belum pernah ada masalah dengan hama dan sejenisnya. Mungkin karena Eyi merupakan spesies asli dari hutan jadi memiliki daya tahan yang cukup tangguh. Pernah saya temukan kutu putih (mealybug) menempel pada salah satu daunnya namun tidak menimbulkan kerusakan yang cukup serius. Saya menyemprotkan pupuk cair organik RI1 keluaran Trubus untuk pencegahannya karena selain mengandung unsur hara, dilengkapi juga dengan pestisida alami penghalau segala jenis hama pada tanaman hias, hasilnya terbukti cukup ampuh untuk menghilangkan kutu putih tersebut.

Saya sangat menyarankan bila kalian ingin memiliki Eyi, belilah yang hasil perkembangbiakan dari spora, karena selain mencegah Eyi dari kepunahan, akan lebih mengagumkan bila kita berhasil merawat dan melihatnya tumbuh sehat menjadi besar karena tangan kita sendiri.

Seiring dengan mulai munculnya daun baru, baik yang steril maupun yang fertil, menambah kepuasan tersendiri bagi saya bila dapat melestarikan keanekaragaman flora yang eksotis ini.

Referensi
Salah satu jurnal ilmiah yang menjadi referensi cukup lengkap dalam tulisan ini saya peroleh dari American Fern Journal Vol. 72 No. 1 1982 berjudul The First Record of Platycerium ridleyi in Sumatera karya Franken & Roos.

The First Record of Platycerium ridleyi in Sumatera

Selain itu ada juga Platycerium Hobbyist’s Handbook karya Roy Vail, buku ini membahas secara detail mengenai semua jenis platycerium secara lengkap, namun saya belum pernah membacanya karena kesulitan memperoleh buku ini.

buku referensi yang lengkap tentang segala jenis platycerium

18 Responses to “Platycerium ridleyi”

  1. wayan darma October 4, 2012 at 5:53 pm #

    Sy pny 60 pcs ridleyi.sy mau nanya itu kulit pisang diapakan pak.apa ditaruh apa gmn.mks

    • iwayful October 5, 2012 at 11:05 am #

      wow 60 pcs? banyak banget bli.. untuk koleksi apa buat dijual lagi?

      kalo saya biasanya kulit pisang cukup ditaruh di atas bonggol eyi sehingga saat disiram nanti airnya melewati kulit pisangnya dulu baru kemudian meresap ke bonggolnya. saya biarkan kulit pisangnya sampai membusuk sekitar semingguan.

      kandungan fosfor dan potassium alami dari kulit pisang tersebut bisa mempercepat pertumbuhan daun baru, juga meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit dan membuatnya jadi lebih cepat beradaptasi di lingkungan baru.

      dalam 3 bulan sejak saya beli eyi cabutan langsung dari hutan, sekarang sudah mulai tumbuh daun baru.

  2. inkA November 1, 2012 at 9:44 am #

    cara penangkaran Eyi melalui spora, bs ksh info step by step nya??? thanks

    • iwayful November 1, 2012 at 10:27 am #

      halo bu pipien, dari teori yg pernah saya baca, serbuk spora yg sudah berwarna kecoklatan di tebarkan di area yg lembap, misalkan pot bermedia moss (lumut). kalo di penangkaran yg serius, potnya ditutup plastik bening supaya kelembapannya terjaga.

      dari mulai spora ditebarkan sampai nanti bisa kelihatan bentuk daunnya butuh waktu yg relatif lama, info yg saya dapat bisa sampai setahun lebih, itu pun kalo berhasil.

      kalo saya iseng aja ngikutin cara tsb, spora saya tabur di pot bermedia moss (numpang sama pot yg ada tanaman platycerium wandae) semoga aja berhasil.

      ntar saya angkat deh topik penangkaran eyi, mesti bikin fotonya dulu nih biar makin menarik dibaca.

  3. adebastian January 21, 2013 at 1:56 pm #

    Kalau eyi ditempel di pohon mangga hidup tidak ya?

    • iwayful January 22, 2013 at 10:36 pm #

      eyi bisa hidup di mana aja, mau ditempel di papan pakis aja atau di batang pohon apa pun, asal terpenuhi 3 faktor utamanya yaitu kelembapan, cahaya matahari, dan sirkulasi udara

  4. adebastian January 21, 2013 at 2:01 pm #

    Kira-kira eyi dalam sebulan bisa keluar daun berapa helai?

    • iwayful January 22, 2013 at 10:29 pm #

      dari semua eyi yg saya amati rata-rata sekitar 1 sampai 2 daun

  5. adebastian January 27, 2013 at 9:26 am #

    Iwayful mau nanya nih ada cara lain tidak untuk budidaya eyi selain spora?

  6. adebastian February 1, 2013 at 1:43 pm #

    Mau nanya nih eyi bisa tidak disiram lebih dari 1 kali

    • iwayful February 7, 2013 at 9:19 pm #

      bisa, punya saya aja basah kuyup kena hujan terus ngga apa-apa tuh

  7. afait May 25, 2013 at 10:01 pm #

    mas boleh minta no kontak nggak.sy mau koleksi eyi.tksh

    • iwayful May 25, 2013 at 10:49 pm #

      boleh, cek email ya pak :)

  8. adebastian May 31, 2014 at 1:21 pm #

    Pak, saya punya eyi hasil spora, kira-kira berapa tahun lagi eyi saya bisa mengeluarkan kantung sporanya?

    • iwayful June 2, 2014 at 7:54 am #

      saya belum punya data tentang ini, coba ditanyakan di komunitas pakisnya forum tanaman kaskus, di sana mungkin ada yg bisa membantu

  9. Haris June 11, 2015 at 4:50 pm #

    Pak, masih punya bibit Eyi kecil yang dari spora? Saya tertarik untuk memelihara Eyi ini… Trim’s

    • iwayful June 12, 2015 at 8:45 am #

      maaf mas tidak punya, koleksi eyi saya sekarang hanya tinggal 1, yg lain pada mati semua :(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: