Tag Archives: taman anggrek ragunan

Tips membeli Platycerium ridleyi

17 Oct

Anda menyukai tanaman tanduk rusa?

Sudah memilikinya tetapi bosan dengan tanduk rusa berdaun menjuntai ke bawah?

Atau mulai teracuni dengan tulisan Eyi saya sebelumnya?

Mungkin kini saatnya melengkapi koleksi tanduk rusa anda dengan jenis platycerium ridleyi, satu-satunya tanduk rusa yang memiliki daun tegak ke atas yang terlihat sangat eksotis sekali.

Mengapa harganya mahal dan sulit dicari?

Ternyata selain susah mencarinya di penjual tanaman hias, Eyi juga susah dalam merawatnya dibanding jenis tanduk rusa yang biasa (platycerium bifurcatum). Biasanya Eyi yang dijual merupakan tanaman cabutan dari hutan sebab sangat sulit sekali bila ingin mengembangbiakan tanaman ini dari spora. Karena ketersediaannya yang terbatas itulah yang menyebabkan harga Eyi menjadi mahal.

Selain itu, faktor sulitnya mengambil Eyi di dahan pohon yang sangat tinggi di pedalaman hutan dan juga mahalnya ongkos kirim paket Eyi dari Kalimantan menggunakan pesawat membuat harga jualnya menjadi tinggi.

Karena harganya yang tinggi dan kurang populernya jenis tanaman ini dibanding tanaman hias lain membuat permintaan akan Eyi tidak terlalu banyak sehingga tidak semua penjual tanaman hias menyediakan tanaman ini.

Tips saat memilih Eyi

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan saat anda ingin membeli Eyi.

Eyi cabutan dari hutan biasanya ditempel ke papan kayu atau papan pakis sebagai medianya. Daun pada bonggolnya biasanya sudah berubah warna menjadi coklat. Kalaupun ada yang masih hijau, dalam beberapa minggu akan berubah warna menjadi coklat.

Eyi cabutan yang ditawarkan saat Pameran Flona 2012 yang lalu

Pada contoh foto di atas, sebisa mungkin jangan pernah membeli Eyi yang bonggolnya sudah rusak seperti gambar no. 1 sebab kemungkinan tanaman ini sudah tidak sehat, walaupun masih dapat hidup namun butuh perawatan yang sangat telaten untuk mengembalikan kondisinya. Bila bonggolnya masih sempurna, diperkirakan Eyi ini memiliki ukuran sedang. Daun tegaknya hanya memiliki 1 cabang dan terlihat tidak segar. Anda harus menawar dengan harga serendah mungkin bila ingin mendapatkan Eyi no. 1 ini.

Eyi no. 2 termasuk berukuran besar dilihat dari besar bonggolnya, daun pada bonggolnya terlihat masih membungkus dengan sempurna meskipun sudah berwarna coklat. Daun tegaknya masih rimbun dan sehat, biasanya untuk kondisi seperti ini akan ditawarkan dengan harga mahal, terlebih bila sudah perawatan maka harganya bisa naik hingga dua kali lipat.

Eyi no. 3 dilihat dari ukuran bonggolnya memiliki ukuran yang sedang, kondisi fisiknya kurang lebih sama seperti Eyi no. 2 hanya saja daun pada bonggolnya masih berwarna hijau sebagian, namun dalam beberapa minggu daun tersebut akan menjadi coklat. Harga yang ditawarkan biasanya sedikit lebih murah dari no. 2 karena ukurannya yang lebih kecil.

Eyi no. 4 berukuran kecil, bonggolnya masih membungkus sempurna, hanya saja daun tegaknya jarang dan terlihat kurang sehat. Anda bisa menawar dengan harga murah untuk Eyi ini.

Eyi berdasarkan ukuran bonggol

Kenapa besarnya Eyi ditentukan berdasarkan ukuran bonggolnya?

Ini disebabkan daun yang membungkus bonggolnya dapat menandakan sudah berapa lama Eyi tersebut hidup. Daun pada bonggolnya ini bila sudah berwarna coklat akan tumbuh lagi daun baru yang akan membungkusnya, lalu bila sudah tua akan berubah menjadi coklat lagi, lalu akan tumbuh lagi daun baru, begitu seterusnya. Karena proses itulah sehingga daun tersebut akan saling menumpuk dan lama-kelamaan akan membuat bonggolnya menjadi semakin besar.

salah satu Eyi yang ditawarkan di Taman Anggrek Ragunan ini berukuran
sangat besar dan memiliki diameter bonggol hingga 1 meter lebih

Cara ini kurang-lebih sama halnya seperti bila kita ingin menentukan umur pohon yang dilihat dari besarnya ukuran diameter pohon tersebut.

Tips terpenting dalam memilih Eyi !!!

Pilihlah Eyi yang sudah terlihat mulai tumbuh daun baru, baik itu calon daun yang tumbuh tegak ke atas maupun calon daun yang akan membungkus bonggolnya.

calon daun baru yang tumbuh tegak ke atas

calon daun baru yang akan membungkus melingkari bonggolnya

Bila anda tidak menemukan calon daun baru tersebut, perhatikanlah dengan lebih teliti apakah terdapat tonjolan berwarna coklat keputihan yang berada di tengah bonggol Eyi, sebab inilah calon daun baru Eyi yang akan keluar, dari tonjolan ini semua daun Eyi berasal.

tonjolan yang berada di tengah bonggol ini adalah
tempat keluarnya calon daun baru Eyi

Seburuk apapun kondisi Eyi yang telah rusak akibat proses pencabutan, rusak saat pengiriman barang, ataupun bonggol yang membusuk karena terlalu lembab, namun selama masih ada tonjolan ini maka Eyi masih dapat memperbaiki kondisinya lagi meskipun membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Beli yang cabutan atau yang sudah perawatan?

Karena hampir semua Eyi berasal dari barang cabutan di hutan, jadi bila Eyi belum laku terjual maka mau tidak mau penjualnya akan menyimpannya di nursery dan merawatnya. Selama beberapa waktu itulah mulai tumbuh daun baru Eyi, baik itu daun yang tegak maupun daun yang melingkari bonggolnya.

Penjual akan menawarkan harga yang lebih tinggi bila Eyi sudah terbungkus daun baru yang menutupi bonggolnya dibanding daun baru yang tumbuh tegak ke atas, sebab bila bonggol Eyi sudah tertutup daun hijau maka penampilan Eyi kini sudah terlihat sehat dan segar kembali, penjual sering menyebutnya bahwa Eyi ini sudah beradaptasi atau sudah perawatan.

daun pada bonggol Eyi cabutan yang saat pertama kali saya beli masih
berwarna coklat kini setelah tiga bulan terbungkus daun baru

Ada baiknya anda membeli Eyi yang masih memiliki bonggol berwarna coklat untuk mendapatkan harga yang belum terlalu mahal, sebab tanpa perawatan oleh penjual tersebut pun sebenarnya daun itu tetap akan tumbuh dengan sendirinya asalkan kondisi tempat tanaman tersebut berada cukup mendukung, antara lain dengan menaruh di tempat yang teduh dengan mendapat pembiasan sinar matahari sepanjang hari, kelembaban yang terjaga dan sirkulasi udara yang mengalir.

Bila anda menyukai anggrek dan berhasil merawatnya sendiri hingga rajin berbunga, maka merawat Eyi akan semudah membalik telapak tangan, hanya saja keindahan yang diberikan Eyi bukan dari bunganya melainkan dari daunnya.

Sayangi Eyi anda

Eyi adalah tanaman hutan yang tangguh dan mampu beradaptasi dengan baik asalkan perawatan yang anda lakukan sudah benar. Eyi yang sehat dan beradaptasi dengan baik akan terus mengeluarkan daun baru. Dikarenakan pertumbuhannya yang lambat, dalam sebulan biasanya paling banyak hanya muncul satu hingga dua daun baru.

Kini setelah Eyi menjadi koleksi anda, sayangilah tanaman yang merupakan aset keanekaragaman hayati hutan kita ini. Hinga kini Eyi merupakan spesies yang belum termasuk dalam daftar CITES sehingga keberadaan tanaman ini di alam bila terus-menerus dieksploitasi tanpa adanya penangkaran bukan tidak mungkin suatu saat nanti akan terancam kepunahan.

Paket kiriman Eyi dari Bandung

8 Oct

 

Platycerium ridleyi (Eyi) yang berasal dari hutan Kalimantan merupakan tanaman eksotis dari keluarga pakis. Bila kalian menyukai tanaman tanduk rusa, kurang lengkap bila anda tidak mempunyai jenis yang satu ini. Namun ternyata lumayan sulit untuk mencari Eyi di tukang tanaman hias, kebanyakan mereka hanya menjual tanaman tanduk rusa jenis biasa yaitu Platycerium willinckii (Java Staghorn Fern) yang memiliki daun menjuntai ke bawah seperti gambar berikut ini.

Platycerium willinckii

Dari beberapa nursery di Jakarta yang saya datangi, Eyi pernah saya temukan di Taman Anggrek Indonesia Permai dan Taman Anggrek Ragunan, dan kadang juga ditawarkan saat pameran tanaman hias seperti di Pameran Flona 2012 lalu. Harga yang ditawarkan lumayan mahal. Bila anda hanya sekedar menyukai tanaman ini tentu akan berpikir dua kali untuk membelinya, namun bila anda memang berhasrat mengoleksi tanduk rusa tentu Eyi merupakan jenis yang wajib anda miliki.

Ternyata selain dijual di nursery, Eyi juga ditawarkan secara on-line melalui website antara lain lewat Kaskus maupun Facebook. Harga yang ditawarkan pun ternyata juga sangat bersaing dibanding nursery yang pernah saya datangi di Jakarta.

Jumat lalu (05/10) saya memesan Eyi dari Rijal, orang Bandung yang saya kenal lewat Facebook. Harga yang dia tawarkan bisa saya bilang cukup terjangkau. Pelayanannya juga memuaskan, dia bersedia memfoto terlebih dahulu semua koleksi Eyi yang akan dia jual. Pengirimannya pun boleh kita tentukan sendiri, bisa lewat Tiki, Pos, ataupun pengiriman lainnya.

Untuk menghemat ongkos pengiriman, saya memilih saran dia untuk mengirim paket dengan Baraya Travel. Sekedar info, Baraya merupakan travel yang melayani rute Jakarta-Bandung bertarif murah dibandingkan travel lain seperti Cipaganti, Daytrans dan sebagainya. Tarif yang berlaku saat ini di Baraya untuk sekali jalan hanya Rp58.000.

Selain untuk travel, Baraya juga melayani pengiriman kargo dengan biaya Rp25.000 untuk 1 kg pertama dan tambahan Rp3.000 untuk setiap kilogram berikutnya. Hanya saja untuk pengambilan paketnya harus diambil ke pool Baraya tertentu, tergantung yang anda inginkan di tempat terdekat yang paling mudah anda jangkau.

Lanjut cerita, setelah saya setuju untuk membeli dua Eyi ukuran medium dan telah membayar lunas lewat transfer ATM, Rijal langsung mengirimkan paketnya dari Bandung jam 14.00. Paket tersebut sampai di Baraya pool Bekasi sekitar jam 18.00 di hari yang sama. Untuk mengambil paket cukup mudah, hanya menyebutkan nomor resi dari nota pengirim paket, setelah itu Eyi pun siap saya bawa pulang. Ini pertama kalinya saya membeli tanaman lewat kiriman paket.

si Puss ngga sabar mau ikut ngeliat isi paketnya

Karena telah malam dan lelah, saya akan membuka paket Eyi besok pagi saja sekalian saya dokumentasikan untuk bahan cerita di post kali ini. Tidak sabar rasanya menunggu datangnya pagi. Dari tampilan luar, kardus seberat 4 kg yang digunakan ini tertutup dengan rapi tanpa ada celah.

Kini saatnya membuka..

Di bagian atas tertutup dengan tumpukan koran lecek, lalu di bagian bawahnya masih ditambah lagi dengan potongan koran. Supaya memudahkan pengeluaran dan tidak merusak daun Eyi, kardus saya gunting di semua sisinya.

paket Eyi tertutup tumpukan koran

tambahan potongan koran untuk melindungi si Eyi

sobek semua sisi kardus supaya Eyi tidak rusak saat pengambilan

Yippiee.. kini Eyi pun bisa bebas menghirup udara segar kembali setelah semalaman tertutup dalam ruangan gelap tanpa udara. Beberapa daunnya terlihat sudah melemas.

kini Eyi sudah bisa menghirup udara bebas kembali

Saya pun langsung menyiramnya dengan sprayer dan menjemurnya di bawah sinar matahari pagi, tidak beberapa lama kemudian daunnya mulai terlihat tegak dan kini tampilannya sudah segar kembali. Ternyata yang membuat paket tersebut berat adalah papan pakisnya, beratnya hampir mencapai 3 kg.

Esoknya saya pun membawa kedua Eyi ini ke hutan konservasi di halaman belakang rumah saya di Meruya untuk bertemu dengan koleksi Eyi lainnya.

Karena kedua Eyi ini baru berpindah habitat dari Bandung yang beriklim sejuk ke Jakarta yang beriklim panas, untuk beberapa minggu ke depan akan saya semprotkan dengan larutan vitamin B1 untuk memudahkannya beradaptasi, serta menaruh beberapa tambahan kulit pisang di atas bonggolnya agar semakin membuatnya sehat.

koleksi Eyi di hutan konservasi di halaman belakang rumah saya (tiga yang bawah adalah penghuni lama dan dua yang atas pendatang baru dari Bandung)

Terima kasih Rijal dari Bandung atas kiriman Eyi-nya..

Platycerium ridleyi

18 Aug

Platycerium berasal dari bahasa Yunani, platys (πλατυ) yaitu lebar atau besar dan ceras (κερας) yaitu tanduk, namanya sesuai dengan bentuk tanaman ini yang menyerupai tanduk rusa yang lebar. Dalam bahasa Inggris, tanaman ini disebut elkhorn fern atau staghorn fern.

Platycerium memiliki 18 jenis spesies. Salah satunya adalah jenis platycerium ridleyi. Nama ridleyi diperoleh dari nama seorang ahli botani yang pertama kali meneliti tanaman tersebut, yaitu Henry Nicholas Ridley (England, 1855-1956). Habitat asli tanaman ini berasal dari hutan Kalimantan, Sumatra, Malaysia dan Thailand.

Karena kecintaan saya pada tanaman ini, dia punya nama kesayangan sendiri yaitu si Eyi.

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
Division: Pteridophyta (paku-pakuan)
Class: Pteridopsida
Subclass: Polypoditae
Order: Polypodiales
Family: Polypodiaceae
Genus: Platycerium
Species: Platycerium ridleyi

Habitat asli
Eyi merupakan tanaman pakis yang bersifat epifit, yaitu menempel pada tanaman lain namun tidak merugikan tanaman yang ditempelinya tersebut. Habitat aslinya adalah di hutan tropis berawa-rawa atau daerah yang berada di dekat aliran sungai yang merupakan tempat dengan kelembaban yang cukup tinggi.

Eyi menempel di batang pohon yang sangat tinggi hingga bisa mencapai lebih dari 30 meter, terpapar banyak sinar matahari sepanjang hari dan mendapatkan aliran udara yang berlimpah. Eyi cukup tangguh walaupun berminggu-minggu tidak mendapatkan hujan karena habitatnya yang cukup lembab tersebut.

Eyi menempel di puncak dahan pohon yang tinggi

Pohon inang yang biasa ditempeli Eyi biasanya berasal dari genus Shorea, contohnya seperti pohon Meranti. Pohon ini dapat tumbuh hingga mencapai 60 meter lebih dengan diameter hingga 1,75 meter.

contoh pohon inang tempat menempel si Eyi

Eyi cocok hidup pada temperatur udara 30 derajat celcius ke atas. Wilayah Jakarta dan sekitarnya cocok untuk tempat hidup Eyi, sama halnya dengan iklim di hutan Kalimantan tempat habitat asli Eyi yang berada di dataran rendah dan bersuhu sekitar 30 derajat celcius.

Eyi tidak cocok hidup di udara dingin atau pada suhu di bawah 27 derajat celcius. Bila ditaruh di tempat dingin dalam waktu yang cukup lama, Eyi akan memasuki masa dormant yaitu pertumbuhannya akan melambat. Bila ingin merawat Eyi di tempat dingin, usahakan menaruhnya dalam rumah kaca, atau di tempat khusus yang memiliki suhu hangat yang stabil, selain  itu juga mencukupi akan kebutuhan cahaya, kelembaban dan udara.

Profil si Eyi
Sama seperti platycerium pada umumnya, jenis daun pada Eyi terbagi dua yaitu daun steril (tidak subur) dan daun fertil (subur), yang dimaksud subur pada daun ini karena terdapat spora untuk perkembangbiakan.

[no. 1] daun steril, [no. 2] daun fertil, [no. 3] tempat spora dihasilkan

Bonggolnya atau badannya memiliki daun yang bersifat steril (no. 1). Daun steril ini tumbuh bergantian, bisa di sebelah kanan terlebih dahulu baru diikuti yang sebelah kiri ataupun sebaliknya, daun ini tumbuh melebar dan akan membungkus melingkari bonggolnya. Seiring berjalannya waktu, daun steril yang awalnya berwarna hijau ini bila sudah tua akan berubah warna menjadi kecoklatan karena sudah kering. Butuh waktu yang agak lama sampai daun barunya tumbuh lagi.

Proses pertumbuhan daun steril ini akan berlangsung terus-menurus sepanjang hidupnya si Eyi sehingga lama-kelamaan bonggolnya akan bertambah besar karena proses ini.

daun steril yang baru tumbuh di sebelah kiri bonggol Eyi

Urat daun pada bonggolnya terlihat menonjol keluar dengan jelas. Di dalam bonggol ini biasa dijadikan sarang oleh semut, mereka memiliki hubungan simbiosis (saling menguntungkan), semut mendapatkan tempat tinggal dan Eyi mendapatkan nutrisi yang dibawa oleh semut tersebut.

Eyi tampak dari depan dan belakang

Jenis daun kedua bersifat fertil (no. 2) dan pada salah satu cabangnya ini akan terdapat cabang berdaun yang berbentuk menyerupai sendok terbalik (no. 3) dimana pada bagian bawahnya terdapat spora. [catatan: daun berbentuk sendok penghasil spora ini hanya terdapat pada jenis platycerium ridleyi dan platycerium coronarium saja]

pertumbuhan daun fertil Eyi yang didokumentasikan dalam dua bulan

Daun fertil ini tumbuh tegak ke atas, bercabang dan ujungnya menjari menyerupai tanduk rusa. Daun ini akan selalu berwarna hijau. Daun yang berbentuk sendok pada saat sudah dewasa akan menghasilkan bubuk spora berwarna kecoklatan dibagian bawahnya. Daun berspora ini lama-kelamaan akan mengering dan gugur dengan sendirinya, namun cabang daun tempatnya bergantung akan tetap utuh.

daun berspora yang sudah kering [kotak merah]

Eyi cukup sulit dikembangbiakan langsung dari spora sebab pertumbuhan tanaman ini tergolong lambat mulai dari awal spora hingga menjadi Eyi dewasa.

Bagi penggemar tanaman berbunga akan sedikit kecewa karena Eyi tidak menghasilkan bunga. Semua jenis platycerium lainnya juga tidak menghasilkan bunga.

Beli di mana?
Tanaman ini biasanya diperoleh dari orang yang tinggal di dekat hutan. Karena Eyi menempel cukup erat di dahan yang tinggi, mereka menyayat bonggolnya dari bagian belakang. Banyaknya semut yang berada di dalam bonggol Eyi ikut mempersulit proses pencabutan tanaman ini. Kadang untuk mendapatkan hasil yang bagus, batang tempat Eyi menempel ikut dipotong sehingga Eyi tidak rusak.

Eyi yang masih menempel di batang pohon asalnya

Karena banyaknya pengambilan Eyi dari hutan dan perkembangbiakannya yang tergolong sulit, kini Eyi mulai terancam kepunahan di habitat aslinya seperti yang dilaporkan di wilayah Malaysia dan Singapura. Namun saat saya datang kemarin ke pameran flona 2012 di Lapangan Banteng, mulai ditemui Eyi hasil perkembangbiakan dari spora. Namun tetap saja hasil cabutan langsung dari hutan juga tersedia dijual.

Eyi hasil perkembangbiakan langsung dari spora

Eyi cabutan dari hutan yang dijual pada pameran Flona 2012 yang lalu

Selain di pameran itu, penjual Eyi saya temui di Taman Anggrek Indonesia Permai dan Taman Anggrek Ragunan. Eyi kecil yang saya beli dari spora berasal dari sentra tanaman hias di daerah Ciapus Bogor, tutur penjualnya.

Masa hidup
Eyi yang berasal dari spora membutuhkan waktu yang cukup lama sampai mulai bisa terlihat bentuknya karena pada awalnya hanya akan terlihat seperti sekumpulan lumut yang menempel seperti permadani di tempat yang lembab. Berikut ini contoh Eyi yang sudah berusia kurang dari 2 tahun yang dikembangbiakan dari spora, walaupun ukurannya masih kecil namun sudah mulai terlihat bentuk daunnya.

spora Eyi di awal masa pertumbuhannya

Diperkirakan Eyi dapat hidup hingga puluhan tahun. Berikut ini foto Eyi yang sudah berusia lebih dari 30 tahun yang dirawat di Selby Botanical Garden (Florida, Amerika).

Eyi dalam perawatan yang sudah berumur 30 tahun lebih

Koleksi saya
Saat ini koleksi Eyi saya ada 5 buah, 3 yang ukuran besar hasil cabutan dari hutan, dan 2 ukuran kecil hasil dari spora. Sejauh ini saya tidak menemui kesulitan dalam merawat Eyi, media yang saya gunakan adalah papan pakis untuk menempel si Eyi ukuran besar, sedangkan yang ukuran kecil saya pindahkan ke kotak kayu yang dari sejak saya beli sudah menempel di papan pakis.

koleksi Eyi ukuran sedang hasil cabutan langsung dari hutan

koleksi Eyi ukuran kecil hasil perkembangbiakan langsung dari spora

Perawatan
Banyak penjelasan yang saya baca dari beberapa website kalau merawat Eyi tergolong sulit namun sejak saya beli sampai sekarang Eyi saya masih sehat dan mulai tumbuh daun baru.

Dalam memenuhi kebutuhan nutrisi, saya menggunakan kulit pisang yang digantungkan di atas Eyi, saya biarkan sampai membusuk, kadang dalam seminggu bisa sampai menumpuk 3 kulit pisang pada 1 tanaman Eyi ini. Mengapa menggunakan kulit pisang? Karena kulit pisang mengandung nutrisi makro yang dibutuhkan oleh Eyi, yaitu fosfor (phosporus) dan potassium. Kulit pisang merupakan pupuk alami yang mudah diperoleh dan lebih murah dibandingkan bila kita menggunakan pupuk yang memiliki kandungan potassium yang berharga mahal. Fungsi lainnya, saat kulit pisang mulai membusuk akan mengundang semut untuk datang, sehingga pada akhirnya mereka akan mulai membangun sarang di dalam bonggol Eyi ini.

Selain itu saya tambahkan pupuk slow release Dekastar dengan komposisi NPK yang seimbang (13-13-13), saya taruh dalam kain kasa yang digantungkan di atas Eyi. Penyiraman cukup sehari sekali di pagi hari karena bonggol Eyi bila terlalu banyak disiram akan kebanyakan menampung air yang menyebabkan kelembaban berlebihan dan bisa berakibat busuk pada bonggolnya.

Saya menambahkan cairan vitamin B1 pada air siraman untuk mengurangi stres pada tanaman terutama pada Eyi cabutan yang baru pindah habitat, vitamin B1 juga dapat memperkuat akar Eyi dan menambah sehat pertumbuhannya. Karena saya menyiram dengan B1 setiap hari maka takarannya harus lebih sedikit dari dosis yang dianjurkan, saya mencampur 1 liter air dengan sepertujuhnya sendok teh dari cairan B1 ini. Berikan vitamin B1 ini setiap hari sampai 3 minggu atau sebulan sejak pembelian Eyi cabutan ini, setelah lewat jangka waktu itu cukup diberikan seminggu sekali atau seminggu dua kali dengan takaran 1 liter air dicampur sepertiga sendok teh vitamin B1.

Saya menaruh Eyi di bawah pohon alpukat yang rindang, tidak terkena sinar matahari langsung, namun mendapat pembiasan cahaya matahari sepanjang hari dan di tempat ini angin juga cukup sering berhembus.

Eyi mendapat nutrisi dari kulit pisang dan pupuk slow release

Hama dan penyakit
Selama ini Eyi saya belum pernah ada masalah dengan hama dan sejenisnya. Mungkin karena Eyi merupakan spesies asli dari hutan jadi memiliki daya tahan yang cukup tangguh. Pernah saya temukan kutu putih (mealybug) menempel pada salah satu daunnya namun tidak menimbulkan kerusakan yang cukup serius. Saya menyemprotkan pupuk cair organik RI1 keluaran Trubus untuk pencegahannya karena selain mengandung unsur hara, dilengkapi juga dengan pestisida alami penghalau segala jenis hama pada tanaman hias, hasilnya terbukti cukup ampuh untuk menghilangkan kutu putih tersebut.

Saya sangat menyarankan bila kalian ingin memiliki Eyi, belilah yang hasil perkembangbiakan dari spora, karena selain mencegah Eyi dari kepunahan, akan lebih mengagumkan bila kita berhasil merawat dan melihatnya tumbuh sehat menjadi besar karena tangan kita sendiri.

Seiring dengan mulai munculnya daun baru, baik yang steril maupun yang fertil, menambah kepuasan tersendiri bagi saya bila dapat melestarikan keanekaragaman flora yang eksotis ini.

Referensi
Salah satu jurnal ilmiah yang menjadi referensi cukup lengkap dalam tulisan ini saya peroleh dari American Fern Journal Vol. 72 No. 1 1982 berjudul The First Record of Platycerium ridleyi in Sumatera karya Franken & Roos.

The First Record of Platycerium ridleyi in Sumatera

Selain itu ada juga Platycerium Hobbyist’s Handbook karya Roy Vail, buku ini membahas secara detail mengenai semua jenis platycerium secara lengkap, namun saya belum pernah membacanya karena kesulitan memperoleh buku ini.

buku referensi yang lengkap tentang segala jenis platycerium

Nursery favorit

4 Aug

Akhir pekan merupakan waktu yang selalu kunantikan setelah seminggu penuh lelah bekerja. Bukan karena beratnya beban kerja, lebih tepatnya lelah karena macet saat pulang pergi antara rumah dan tempat kerja. Kemacetan di Jakarta yang hanya lenyap di tengah malam menjadi momok yang harus saya temui setiap hari.

Kesempatan untuk refreshing di dalam kota saat akhir pekan juga tidak terhindarkan dari jebakan macet. Namun bila kita pergi ke tempat penjual tanaman hias (nursery) setidaknya dapat mengurangi polusi dalam tubuh dan pikiran kita.

Berikut ini beberapa nursery favorit tempat biasa saya berburu koleksi tanaman hias di daerah Jakarta dan sekitarnya.

1) Hutan Kota Srengseng

Berada di kecamatan Kembangan di Jakarta Barat, tempat ini dikelola oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta dengan lahan seluas 15 ha. Banyaknya pohon yang rimbun membuat tempat ini sangat sejuk meski di siang hari terik. Cocok untuk dijadikan tempat wisata dan rekreasi. Di tengah kawasan ini terdapat danau buatan yang sering didatangi orang untuk menghabiskan waktu dengan memancing ikan. Juga ada tempat untuk bermain anak-anak seperti ayunan, perosotan, rumah-rumahan, dan sebagainya.

Tempat penjual tanamannya berada di sekitar pintu masuk hutan kota ini. Tanaman yang dijual kurang begitu lengkap namun harganya tergolong murah sebab dibudidayakan langsung oleh petani setempat.
Tiket masuknya gratis, namun bila bawa kendaraan mobil dikenakan retribusi uang masuk sebesar Rp 2.000, untuk sepeda motor Rp 1.000.

Tips bila datang ke tempat ini, pakailah lotion anti nyamuk karena banyak nyamuk yang suka bersarang di tempat lembab layaknya di hutan pedalaman asli.

2) Taman Anggrek Ragunan

Letaknya dekat dengan Kebun Binatang Ragunan, tempat ini juga merupakan aset Pemda DKI Jakarta dengan lahan seluas 5 ha. Terdapat lebih dari 40 kavling yang menjual tanaman dengan jenis yang beragam dan boleh dikatakan lumayan lengkap.

Sesuai dengan nama tempatnya, koleksi tanaman anggrek merupakan jenis terbanyak yang ada di sini. Walaupun tempat ini luas dan lengkap namun setiap beberapa kali akhir pekan saya datang ke sini, tempat ini terlihat sepi oleh pengunjung. Tiket masuknya gratis, retribusi mobil sebesar Rp 2.000.

3) Taman Anggrek Indonesia Permai

Berada di daerah Taman Mini, di antara mall Tamini Square dan Taman Mini Indonesia Indah. Luas lahan 1,5 ha dengan total kavling penjual tanaman sebanyak sekitar dua puluhan. Selain menjual tanaman, tempat ini juga dilengkapi gedung Puspa Pesona yang sering digunakan untuk acara pernikahan.

Tempat ini merupakan tempat paling favoritku dalam berburu tanaman sebab dengan wilayah yang tidak terlalu luas, koleksi tanamannya tergolong lengkap. Setiap beberapa kali akhir pekan saya datang ke tempat ini juga selalu terlihat sepi pengunjung, biasanya hanya ramai kalau ada acara nikahan ataupun saat ada pameran tanaman hias.

Tiket masuk per orang sebesar Rp 1.000, retribusi mobil Rp 2.000. Bila anda datang ke acara nikahan atau bilang pada penjaga pintu masuk kalau mau survey gedung, hanya dikenakan retribusi kendaraan saja.

4) Taman Tekno

Merupakan tempat terjauh bila saya ingin berburu tanaman sebab berada di daerah Serpong. Taman Tekno dikenal juga dengan sebutan Taman Kota 2 yang di dalamnya terdapat hutan lindung seluas 7,5 ha, atau tiga kali lebih luas dari Taman Kota 1. Jenis tanaman hias yang ditawarkan beragam dan lumayan lengkap dengan harga yang tidak terlalu mahal. Penjual tanamannya ada sekitar 50 kavling.

Singkat cerita sebelum saya terjun ke dunia tanaman, saya lebih dahulu mengenal Taman Kota 2 ini karena sering bermain sepeda off-road, jalur buatan untuk bersepeda sepanjang 4 km yang terdapat di dalam hutan ini sangat menantang sekali dengan kontur lintasannya yang naik turun.

Selain empat tempat di atas, alternatif lain untuk mencari tanaman biasanya saya ke Sentra Anggrek Kebon Jeruk yang berada di samping jalan tol Kebon Jeruk, atau lebih tepatnya di jalan Arjuna Selatan. Walau namanya Sentra Anggrek namun koleksi anggrek yang ditawarkan kurang lengkap. Biasanya petani anggrek di daerah sini memasarkan anggreknya ke nursery yang berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Walau sudah menemukan beberapa nursery favorit, proses perburuan saya masih akan terus berlanjut.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 535 other followers