Mari refreshing sejenak di Pameran Flona 2012

20 Jun

Sebagai pecinta tanaman hias tentu anda tidak ingin melewatkan pameran yang diadakan setahun sekali ini. Pameran Flona (flora dan fauna) bertempat di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, diselenggarakan selama sebulan penuh sejak 15 Juni hingga 16 Juli 2012, tiket masuknya pun gratis. Event ini bertepatan dengan ulang tahun kota Jakarta yang ke 485.

Saat saya datang Sabtu kemarin (16/06) mulai dari jam 14 hingga tidak terasa sampai maghrib masih belum semua stand habis didatangi. Saya beli Aglaonema jenis Pride of Sumatra seharga Rp 20.000 dan jenis Ruby seharga Rp 40.000 untuk melengkapi koleksi tanaman hias di rumah. Harga yang ditawarkan tersebut sangat murah sekali bila dibandingkan saat pameran 2 atau 3 tahun yang lalu dimana harganya masih bisa berada di kisaran ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.

Saya juga berburu Platycerium atau yang biasa dikenal dengan sebutan pakis tanduk rusa. Harganya beragam tergantung jenis dan ukuran tanaman. Untuk jenis Platycerium Wilinckii sekitar Rp 100 ribuan, lumayan mahal karena saya pernah beli di Taman Anggrek Ragunan masih dapat sekitar Rp 50 ribuan, malah di tukang tanaman hias sepanjang pinggir jalan tol Kebon Jeruk masih dapat Rp 25 ribuan.

Platycerium Ridleyi ukuran kecil , kira-kira selebar telapak tangan, dengan usia sekitar setahun yang berasal dari spora, dijual seharga Rp 150.000. Masih bisa ditawar paling tidak Rp 125.000. Sebenarnya saya tertarik banget karena jenis Ridleyi masih jarang yang jual, tapi dengan ukuran dan harga segitu masih kemahalan menurut saya. Mungkin menjelang akhir pameran akan saya ambil kalau bisa ditawar sampai Rp 50.000.

Platycerium Panama ukuran kecil di satu stand dihargai ratusan ribu, namun saat saya iseng mengunjungi satu stand lainnya, mata saya tertuju pada tanaman ini di bagian pojok stand. Harga yang ditawarkan sangat jauh berbeda. Untuk Panama ukuran kecil bisa saya dapatkan seharga Rp 35.000 saja, untuk ukuran sedang ditawarkan seharga Rp 50.000 dan ukuran besar Rp 100.000 lebih.

Berikut ini tampilan salah satu stand yang bila kita berada di sini seakan di tengah hutan, merasakan hijaunya kesegaran, tiupan angin yang sejuk, gemericik suara air di kolam yang turut menambah kelembaban, sehingga menenangkan hati dan pikiran. Tempat ini dipenuhi dengan sekumpulan anggrek species dan pakis tanduk rusa yang tumbuh menggantung selayaknya di hutan hujan negeri tropis.

Selain itu dijual juga tanaman pakis asal hutan, seperti Huperzia Phlegmaria sekitar Rp 50.000 sampai Rp 100 ribuan dan Huperzia Squarrosa sekitar Rp 40.000 sampai Rp 80.000. Ada juga Ophioglossum Pendulum atau yang biasa penjualnya menyebut kadaka dasi dijual seharga Rp 150.000. Ditaruh dalam pot dengan daun yang panjang menjuntai ke bawah.

Banyak pula penjual anggrek hybrid maupun species. Beruntung saya dapat species Dendrobium Purpureum yang lagi berbunga ungu seharga Rp 60.000. Di stand lain saya tanya sekitar Rp 100 ribuan ke atas.

Bulbophyllum Sumatranum, salah satu anggrek species yang ingin saya koleksi, ditawarkan seharga Rp 150.000, dengan satu rumpun sekitar 5 bulb. Tapi saya masih bisa bersabar menunggu sampai menjelang akhir pameran supaya bisa dapat harga yang lebih murah.

Tillandsia, tanaman yang masih satu keluarga dengan Bromeliaceae (nanas-nanasan), cukup digantung tanpa perlu media, karena akar dan daunnya dapat langsung menyerap nutrisi dari udara. Tanaman unik ini walaupun berukuran kecil namun cukup mahal, mulai dari Rp 50.000 sampai jutaan rupiah.

Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dan perlengkapan tanaman, datanglah ke stand Trubus, stafnya sangat ahli terkait produk yang ditawarkan. Niat beli pupuk organik dan pupuk slow release, saya pun ditawarkan pupuk Madura Golden Guano yang berasal dari kotoran kelelawar seharga Rp 30.000 kemasan 1 kg. Selain itu untuk pupuk anggrek dan tanaman hias lain, ditawarkan pupuk RI1 keluaran Trubus seharga Rp 30.000.

Stand fauna tidak sebanyak stand tanaman hias, hanya sekitar 30% saja dari keseluruhan stand yang ada, umumnya fauna yang ditawarkan seperti ayam, kelinci, kucing, anjing, ular, iguana, ikan, burung, dan hewan eksotis lainnya.

Berikut ini tips singkat dari hasil perjalanan saya pada akhir pekan lalu.

1) Gunakanlah pakaian minimalis seakan anda ingin bepergian ke pantai karena udara yang cukup panas dan lembab akan membuat suasana kurang nyaman. Meskipun cukup teduh dengan banyak dikelilingi pohon rindang dan tiupan angin namun tetap saja udara Jakarta di bulan Juni-Juli ini terasa gerah karena sudah memasuki musim kemarau.

2) Bawalah uang secukupnya paling tidak untuk jajan dan beli minuman bila anda haus. Namun siapkan uang lebih banyak bila memang anda berniat memburu tanaman jenis tertentu dengan harga selangit.

3) Harga tanaman yang ditawarkan mulai dari Rp 10.000 hingga jutaan rupiah. Bila anda tertarik pada satu tanaman janganlah langsung membeli, terutama bila tanaman tersebut tergolong mahal bagi anda. Banyak penjual tanaman yang mungkin juga menawarkan tanaman sejenis. Sebaiknya surveylah pada dua stand tanaman yang ada di situ karena terkadang perbedaan harga yang ditawarkan bisa lumayan jauh. Lebih baik lagi bila anda sudah mengetahui kisaran harga di toko tanaman daerah lain.

4) Harga yang diberikan oleh penjual masih bisa anda tawar. Bila anda yakin harga tanaman tersebut masih kemahalan, tundalah keinginan sesaat anda. Ingat.. pameran ini berlangsung selama sebulan. Biasanya penjual cenderung memberi harga mahal pada awal pameran. Bila anda masih ada kesempatan, datanglah menjelang pameran usai karena kemungkinan penjual akan mengobral harganya. Namun kekurangannya, tanaman yang sangat anda ingini mungkin sudah laku terjual.

Alternatif lain yaitu tanyakanlah dimana tempat nursery (toko tanaman) mereka, sebab harganya tentu akan jauh lebih murah bila anda langsung datang ke alamat nursery tersebut. Hasil survey saya, harga yang ditawarkan di pameran Flona ini sedikit lebih mahal ataupun sangat mahal sekali karena mereka harus memperhitungkan mahalnya biaya sewa tempat selama sebulan di acara ini. Dari yang saya tanyakan umumnya mereka berasal dari pusat tanaman hias Ciapus di Bogor, Taman Anggrek Indonesia Permai di Taman Mini, bahkan dari pulau lain seperti Sumatra dan sebagainya.

5) Setelah mendapatkan tanaman ataupun hewan yang anda inginkan, jangan segan untuk menanyakan cara perawatannya terlebih bila anda masih pemula untuk jenis tanaman atau hewan tersebut. Bagaimana penyiraman dan pemupukannya, sebaiknya ditaruh di tempat teduh atau terkena sinar matahari langsung, berapa lama sekali tanaman itu dapat berbunga, dan hal lain yang berkaitan dengannya.

6) Bila berniat memborong tanaman sebaiknya bawalah kendaraan. Parkir disediakan di sepanjang pinggir jalan tempat pameran ini diadakan. Kisaran tarif Rp 3.000 – Rp 5.000.

7) Setelah puas menikmati jalan-jalan, istirahatlah sejenak sambil menikmati jajanan tradisional betawi, kerak telor. Harga saat saya beli kemarin, 1 porsi dengan telur ayam Rp 13.000, sedangkan dengan telur bebek Rp 15.000. Harga sewaktu-waktu dapat berubah berdasarkan penjual maupun waktu berkunjung, namun setidaknya anda sudah tahu kisaran harganya. Sebaiknya tanyalah dahulu sebelum anda memesan.

Mari sempatkan diri datang ke pameran Flona yang hanya setahun sekali ini. Akhir kata, selamat ulang tahun ke 485 kota Jakarta-ku tercinta..

Update..
Pameran Flona ini diperpanjang tiga minggu lagi sampai tanggal 5 Agustus 2012, jadi bagi yang belum sempat ke sini masih bisa datang, tapi jumlah pedagangnya tentu tidak sebanyak sebelumnya karena hanya sebagian pedagang saja yang ikut memperpanjang sewanya. Pedagang kerak telor pun pasti jauh lebih sedikit karena mulai tanggal 21 Juli sudah memasuki bulan puasa.

Beberapa minggu lalu saya kembali berkunjung dan mulai banyak pedagang yang menjual Platycerium Ridleyi ukuran besar. Tanaman yang dijual ini adalah hasil cabutan langsung dari pohon di hutan jadi kondisinya masih belum segar, penjualnya memberi saran untuk merawatnya pertama kali siramlah dengan air yang dicampur dengan vitamin B1 selama beberapa minggu agar tanaman ini tidak stres setelah dipindahkan habitatnya. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 350.000 tergantung besarnya ukuran.

Saya beli beberapa Ridleyi ukuran besar ini untuk menambah koleksi di taman, dan juga beberapa Ridleyi ukuran kecil yang pada awal pameran masih dihargai Rp 150.000, menjelang akhir pameran kemarin (15/07) saya bisa tawar jadi Rp 60.000. Seperti yang sudah saya duga sebelumnya, pedagang cenderung akan mendiskon harga menjelang penutupan, jadi jangan takut bila anda menawar dengan harga rendah.

20 Responses to “Mari refreshing sejenak di Pameran Flona 2012”

  1. giewahyudi June 24, 2012 at 8:45 pm #

    Iya, acara Flona 2012 keren..
    Saya baru ke sana tadi siang, ramai banget..

  2. zha al rasyid July 14, 2012 at 4:39 pm #

    Reblogged this on zhairy~Thopia.

  3. Pitak Kiat-Ubonpaibool September 20, 2012 at 11:50 pm #

    Many interesting plants and Platycerium.
    I have some questions to ask for information that I want to know.
    How can I contact the owner of this page?

  4. inkA October 16, 2012 at 2:41 pm #

    Platycerium ridleyi dimana ya bs didapatkan? Harga berapa per tanaman?? Saya juga suka banget dengan berbagai jenis Oncidium…mhn info…thanks

    • iwayful October 16, 2012 at 3:03 pm #

      ridleyi bisa mbak temui di taman anggrek ragunan dan taman anggrek indonesia permai, harga mulai dari Rp 200 ribuan ke atas, makin bagus kondisi tanaman biasanya lebih dimahalin lagi

  5. wayan darma October 21, 2012 at 6:04 pm #

    Gan tau penjual khusus simbar menjangan.tlg infonya

  6. adebastian December 31, 2012 at 6:00 am #

    kira-kira kalau tidak ada pameran di lapangan banteng ada tidak yg menjual eyi di sana?

    • iwayful January 3, 2013 at 12:28 am #

      kalo lagi ngga ada pameran flona ya tidak ada yg jual mas

  7. wayan darma January 18, 2013 at 8:04 am #

    ada yg tau penjual simbar menjangan madagascar?

    • iwayful January 19, 2013 at 6:42 am #

      saya juga nyari tuh tapi selama ini belum pernah nemu, ntar kalo ketemu saya kabarin

  8. adebastian January 20, 2013 at 10:26 am #

    Kalau bulan juni tanggal berapa ya?

    • iwayful January 20, 2013 at 9:38 pm #

      biasanya pertengahan bulan juni, nantikan aja liputan saya berikutnya di pameran flona 2013

  9. adebastian January 20, 2013 at 8:45 pm #

    Iwayful boleh nanya ga kalau eyi yg kecil berapa harganya?

    • iwayful January 20, 2013 at 9:57 pm #

      waktu masih awal harganya masih mahal Rp 150 ribu, saya dapat murah hanya Rp 60 ribu karena belinya di hari terakhir pameran tapi resikonya bisa kehabisan kalo nunggu sampai hari terakhir

  10. adebastian January 21, 2013 at 12:58 pm #

    Kayanya entar saya mau beli eyi 4 pohon

  11. adebastian January 24, 2013 at 8:00 am #

    Di pameran itu ada ga yg menjual tanaman sarang semut?

    • iwayful January 26, 2013 at 9:16 am #

      jangankan sarang semut, sarang tawon pun ada mas :)

  12. adebastian January 29, 2013 at 6:00 pm #

    Mau nanya nih di pameran ada yg menjual nepe tidak?

    • iwayful January 30, 2013 at 9:09 pm #

      ada, biasanya mas suska buka lapak jualan nepe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 491 other followers

%d bloggers like this: